Beberapa Fakta Dibalik Karakter Tidus Dalam Final Fantasi X

Beberapa Fakta Dibalik Karakter Tidus Dalam Final Fantasi X

Beberapa Fakta Dibalik Karakter Tidus Dalam Final Fantasi X – Tidus adalah  fiksi karakter di Square Enix ‘s Final Fantasy seri dan utama protagonis dari 2001 peran-bermain video game Final Fantasy X . Tidus adalah seorang ahli berusia 17 tahun dalam olahraga fiksi blitzball dari kota Zanarkand . Setelah ayahnya yang kejam yang hilang, Jecht , menyerang kampung halamannya dalam bentuk makhluk raksasa bernama Sin, Tidus diangkut ke dunia Spira .

Tak lama setelah kedatangannya, dia bertemu dan bergabung dengan Yuna, seorang penyihir dan walinya dalam ziarah untuk membunuh ayah Tidus.  Dirilis pada 2001 untuk konsol PlayStation 2 (PS2), Final Fantasy X atau FFX dianggap sebagai salah satu produksi terbaik di seri Final Fantasy oleh Square Enix. Dengan angka penjualan hingga lebih dari 8,5 juta kopi di PS2, FFX memiliki tempat sendiri di hati para pencinta japanese role playing game (J-RPG).

Di game arahan Kitase Yoshinori (北瀬 佳範) ini, kamu bermain sebagai Tidus, seorang atlet blitzball berusia 17 tahun yang dipanggil dari Zanarkand untuk mengalahkan Sin. Bagi generasi 2000an, kisah Tidus dan Yuna adalah ship yang tak akan pernah karam!

1. Rambut Tidus harusnya hitam
10 Fakta Terselubung tentang Tidus, Tokoh Utama FFX

Saat mendesain Tidus, Nojima Kazushige (野島 一成) dan Nomura Tetsuya (野村 哲也) ingin coba beralih dari kesan cool para protagonis di seri FF sebelumnya. Pada seri FF sebelumnya, para protagonis seperti Cloud Strife (FFVII), Squall Leonheart (FFVIII), dan Zidane Tribal (FFIX) memiliki rambut pirang dan cokelat.

Untuk itu, awalanya Tidus ingin diberikan rambut berwarna hitam, hingga cokelat. Seiring perjalanan desain FFX, akhirnya Tidus tetap kembali ke rambut pirang yang kita kenal selama ini. Bayangkan saja bagaimana kalau Tidus berambut hitam seperti Noctis Lucis Caelum (FFXV). Menurut kalian, apakah cocok?

2. Tidus membawa suasana ceria setelah FFVII dan FFVIII
10 Fakta Terselubung tentang Tidus, Tokoh Utama FFX

Selain masalah rambut, karakter protagonis buatan seperti Cloud dan Squall memiliki kepribadian yang dingin, pendiam, dan edgy, terkecuali Zidane di FFIX yang tidak digarap oleh Kitase. Hal ini pun mau diubah oleh Kitase dan tim.

Ingin mencoba hal baru, Nomura dan Nojima memberikan kepribadian riang gembira pada Tidus. Nojima mendeskripsikan karakter Tidus seperti Laguna Loire dan Zell Dincht, dua karakter yang sama riangnya di FFVIII. Meski memorable, beberapa fans FF sebenarnya tidak begitu suka dengan kepribadian Tidus.

3. Nama Tidus berasal dari dialek Okinawa

10 Fakta Terselubung tentang Tidus, Tokoh Utama FFX

Nama Tidus memiliki koneksi dengan rambutnya yang pirang dan kepribadiannya yang ceria. Faktanya, nama Tidus (ティーダ) sebenarnya berasal dari Tida, sebutan “Matahari” di dialek Okinawa. Tahukah kamu, pasangan Tidus, Yuna (ユウナ), juga berasal dari dialek Okinawa yang berarti “Malam”? Arti nama boleh berlawanan, hati tetap satu!

Selain warna rambut dan nama, elemen dalam game juga mendukung makna Tidus dan Yuna. Seperti contohnya, sigil yang dipakai untuk memperkuat senjata Celestial mereka pun ikut sesuai dengan nama mereka. Sun Sigil dipakai untuk Tidus, sementara Moon Sigil dipakai untuk Yuna.

4. Tidus awalnya jadi tukang ledeng
10 Fakta Terselubung tentang Tidus, Tokoh Utama FFX

Di awal cerita, kita tahu kalau Tidus adalah seorang atlet blitzball untuk tim Zanarkand Abes. Mengikuti jejak sang ayah, Jecht, Tidus berambisi untuk jadi pemain blitzball terhebat. Oleh karena itu, Tidus cepat akrab dengan Wakka, seorang pemain blitzball, yang lalu memperkenalkannya dengan Yuna.

Tahukah kamu kalau awalnya, Tidus hampir jadi Super Mario, yaitu jadi seorang tukang ledeng?! Sambil service pipa, Tidus harus melawan iblis di bawah air di area konstruksi! Namun, Kitase menganggap background-nya terlalu “lemah”, sehingga ia menjadikannya seorang atlet. Kebayang kalau Tidus jadi seorang tukang ledeng?

5. Karakter pertama yang punya suara, dan terakhir yang bisa kita ubah namanya
10 Fakta Terselubung tentang Tidus, Tokoh Utama FFX

Karena kapasitas disk PlayStation hanya 700 megabyte (MB), jarang ada karakter game PS yang memiliki suara. Sebagai seri ke-10 sekaligus yang pertama di PS2, maka FFX jadi yang full sound! Di Bahasa Jepang, ia disuarai oleh Morita Masakazu (森田 成一), dan James Arnold Taylor di Bahasa Inggris.

Selain itu, Tidus juga menjadi protagonis terakhir di FFX yang namanya bisa kamu ganti. Hal ini dikarenakan terlepas dari alih suara di game, nama Tidus tidak benar-benar diucapkan selama jalan cerita.

6. Cerita Tidus dipengaruhi mitologi Jepang tentang Susanoo dan Orochi
10 Fakta Terselubung tentang Tidus, Tokoh Utama FFX

Kisah Tidus di FFX ternyata sempat disadur dari kisah mitologi Jepang. Kisah yang dimaksud tepatnya adalah kisah konflik antara dewa Susanoo-no-Mikoto (須佐之男命) dan ular berkepala dan berekor delapan, Yamata-no-Orochi (八俣遠呂智).

Sama seperti Orochi yang butuh korban manusia, Sin juga menuntut pengorbanan manusia, yaitu Yuna. Tidus lalu dipanggil seperti Susanoo yang mengalahkan Sin. Sebagai Dewa Lautan dan Badai, Susanoo akrab dengan elemen air, hal yang diturunkan pada Tidus.

7. Hubungan antara film The Sixth Sense dan Tidus
10 Fakta Terselubung tentang Tidus, Tokoh Utama FFX

Salah satu plot twist yang terkenal adalah saat salah satu karakter terkenal di FFX, Auron, adalah sesosok Unsent atau hantu di Spira. Salah satu faktor yang menyebabkan cerita ini berubah seperti itu adalah film The Sixth Sense (1999) karya M. Night Shyamalan.

Sebenarnya, harusnya Tidus yang jadi Unsent. Namun, setelah perilisan The Sixth Sense, Kitase takut plotnya akan terlihat mirip. Oleh karena itu, Tidus diubah jadi “mimpi” Fayth. Karena Auron adalah karakter sekunder, Kitase dan tim merasa terungkapnya ia sebagai sesosok Unsent akan jadi faktor pembeda.

8. Satu-satunya protagonis utama yang “mati”
10 Fakta Terselubung tentang Tidus, Tokoh Utama FFX

Jika kita melihat kisah FF selama ini, jarang sekali ada karakter utama yang mati. Ya, pengecualian untuk Aerith Gainsborough (FFVII) sebagai salah satu momen paling menyedihkan dan mengejutkan di dunia video game. Namun, Aerith sebenarnya juga bukan protagonis utama.

Lagi-lagi, Tidus menggebrak hal ini. Saat Yuna mengirim Auron ke Farplane dan Sin sudah takluk untuk selamanya, maka “Zanarkand” dan Tidus pun hilang seiring berakhirnya mimpi Fayth. Alhasil, Tidus menjadi satu-satunya karakter protagonis utama yang “mati” di sepanjang sejarah seri FF.

9. Susahnya membuat scene romantis antara Tidus dan Yuna
10 Fakta Terselubung tentang Tidus, Tokoh Utama FFX

Berbeda dengan plot FF yang lain, kisah cinta adalah salah satu bumbu utama di FFX. Salah satu adegan paling ikonik di FFX adalah saat Tidus mencium Yuna di bawah air. Namun, tahukah kamu, kalau scene romantis ini sebenarnya paling sulit dibuat agar alami?

Animator FFX, Ikumori Kazuyuki, mengatakan bahwa scene ini digarap oleh anak perusahaan Square Enix, Visual Works. Kesusahan dari scene ini adalah para anggota tim perempuan terus menganggap cara Tidus mencium Yuna terkesan terlalu kaku!

Selain itu, masalah kata perpisahan Yuna dengan Tidus di Bahasa Inggris dan Jepang pun jadi masalah. Sementara Yuna mengatakan “Aku cinta kamu” di Bahasa Inggris, di Jepang, Yuna hanya bilang “Terima kasih”. Meski tidak diterima Jepang, dialog Inggris tetap dimasukkan, sehingga jadi perbedaan mencolok antara FFX Inggris dan Jepang.

10. Shuyin, versi jahat dari Tidus
10 Fakta Terselubung tentang Tidus, Tokoh Utama FFX

Dirilis 3 tahun setelah FFX, sekuel FFX-2 menampilkan seorang antagonis utama bernama Shuyin. Shuyin membuat Yuna banting setir jadi pemburu sphere bersama Gullwings. Hal ini dikarenakan Shuyin amat mirip dengan Tidus! Diisi oleh pengisi suara yang sama, apakah Shuyin adalah Tidus yang jadi jahat? Ternyata tidak!

Pada videoklip berdurasi 14 menit bertajuk FFX: Eternal Calm yang mengisi plot hole antara FFX dan FFX-2, Tidus terlihat terperangkap dalam sphere. Kemungkinan besar, saat itu model karakter Shuyin belum rampung tetapi ceritanya sudah keburu dirombak. Namun, berkat respons positif pada Eternal CalmFFX-2 pun dibuat.

Tidus didesain oleh Tetsuya Nomura dengan tampilan yang ceria, berbeda dengan protagonis Final Fantasy sebelumnya . Penulis skenario Kazushige Nojima ingin memperluas hubungan antara pemain dan karakter dengan monolog yang menggambarkan pengaturan permainan.

Tidus disuarakan terutama oleh Masakazu Morita dalam bahasa Jepang dan James Arnold Taylor dalam bahasa Inggris. Kedua aktor menikmati menyuarakan karakter, dan Morita juga melakukan penangkapan geraknyaDia umumnya diterima dengan baik oleh kritikus video-game. Kepribadian ceria dan sifat heroik Tidus membuatnya menjadi protagonis yang menarik, kontras dengan karakter pria sebelumnya dalam waralaba.

Nya pengembangan karakter dan hubungan romantis dengan Yuna dianggap di antara yang terbaik dalam video game, meskipun pengulas dan penggemar dibagi atas menyuarakan Taylor. Tidus telah populer di kalangan penggemar, sering kali menempati peringkat sebagai salah satu karakter Final Fantasy terbaik dalam jajak pendapat. Figur aksi dan perhiasan terkait Tidus telah diproduksi, dan dia adalah karakter cosplay yang populer .