Beberapa Video Game Horor yang Buat Kamu Berperan Antagonis

Beberapa Video Game Horor yang Buat Kamu Berperan Antagonis

Beberapa Video Game Horor yang Buat Kamu Berperan Antagonis – Daya tarik horor adalah sesuatu yang sudah cukup banyak diteliti oleh para akademisi. Jamie Madigan dalam artikelnya yang berjudul The Psychology of Horror Games misalnya, mengatakan bahwa motivasi seseorang untuk memainkan game horor secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori.

Menjadi buruk atau jahat merupakan sesuatu yang tidak pantas untuk dilakukan di dunia nyata namun jadi sesuatu yang menarik ketika dilakukan di dalam video game. Terlebih pada game dengan genre horor di mana pemain biasanya berperan sebagai korban.

Meski terkesan “melawan kodrat” dan justru membuat game jadi lebih mudah karena karakter musuh atau antagonis umumnya punya kemampuan spesial dibanding protagonis, beberapa game justru terbukti berhasil mengeksekusi konsep tersebut dengan baik. Bagi kamu yang mungkin tertarik untuk menjadi antagonis pada video game horor.

1. The Darkness
7 Game Horor Menyeramkan di mana Pemain Jadi Antagonis

The Darkness mengikuti kisah seorang karakter utama yang merupakan anggota mafia bernama Jackie Estacado yang dikhianati oleh bosnya karena alasan tertentu. Pasca itu, Jackie kemudian menemukan bahwa garis keturunannya memiliki entistas tersembunyi yang disebut Darkness yang dapat memberikan kekuatan mengerikan.

The Darkness sendiri lebih berfokus pada kisah balas dendam Jackie kepada operasi yang dilakukan oleh mantan bosnya. Pemain dibekali dengan tujuan untuk membantai sebanyak mungkin pasukan mafia melalui cara yang terbilang sadis dan penuh darah.

2. Left 4 Dead
7 Game Horor Menyeramkan di mana Pemain Jadi Antagonis

Left 4 Dead merupakan game lawas dengan kekurangan di visual, namun punya kelebihan tidak memerlukan spek tinggi untuk dimainkan di PC. Dikembangkan oleh Valve, Left 4 Dead memperkenalkan salah satu format multiplayer paling menyenangkan dalam game yaitu 4-player co-op di mana empat pemain harus bertahan hidup dengan bekerja sama melawan segerombolan pasukan zombie.

Selain mode biasa, Left 4 Dead juga memiliki mode versus di mana empat pemain lain dapat berperan berbagai zombie dengan kemampuan spesial, melawan empat pemain yang memerankan manusia.

3. Manhunt
7 Game Horor Menyeramkan di mana Pemain Jadi Antagonis

Salah satu game lawas lain di daftar ini adalah Manhunt dan jadi salah satu game paling brutal yang pernah dibuat oleh developer dibalik seri Grand Theft Auto yaitu Rockstar Games. Game ini menempatkan pemain dalam posisi kriminal bernama James Earl Cash yang dipaksa berpartisipasi dalam serangkaian film kejam di mana ia harus membunuh anggota geng kriminal yang dikirim untuk memburunya.

Tidak hanya lewat cara yang biasa, pemain juga bisa menghabisi para anggota geng lewat cara yang keji dan tak jarang menimbulkan trauma. Tak heran jika pada akhirnya game yang satu ini dilarang di beberapa negara.

4. Dead by Daylight
7 Game Horor Menyeramkan di mana Pemain Jadi Antagonis

Dead by Daylight mengambil formula yang sama dengan Left 4 Dead namun menambah sedikit perbedaan di atasnya. Alih-alih empat pemain melawan musuh NPC atau empat pemain lain yang berperan sebagai karakter jahat, pada game ini, empat pemain berperan sebagai manusia biasa melawan satu orang yang berperan sebagai monster/antagonis dengan kemampuan supranatural.

Beberapa antagonis pada game ini merupakan karakter terkenal dari beberapa game dan film seperti Pinhead dari Hellraiser, Freddy Krueger dari A Nightmare On Elm Street, Pyramid Head dari Silent Hill dan lain-lain.

5. Friday the 13th: The Game
7 Game Horor Menyeramkan di mana Pemain Jadi Antagonis

Dari sekian banyaknya antagonis yang ditunggu-tunggu Dead by Daylight, Jason Voorhees dari Friday The 13th jadi salah satu paling diinginkan. Namun alih-alih bergabung kedalam roster bersama yang lain, Jason justru jadi bintang utama di gamenya sendiri yaitu Friday the 13th: The Game.

Mekanisme gameplay yang diusung sama seperti Dead by Deadlight namun dengan calon korban yang lebih banyak. Tidak lagi empat, tapi tujuh pemain punya misi untuk mencari lokasi aman dan bertahan hidup, sementara satu pemain yang berperan sebagai Jason dibekali dengan misi untuk menghabisi mereka.

6. Vampyr
7 Game Horor Menyeramkan di mana Pemain Jadi Antagonis

Tak mau menunggu lama, Vampyr langsung menunjukkan taji horornya sedari awal. Pada awal permainan, karakter utama pemain – Dr. Jonathan Reid menjadi vampir dan secara tidak sengaja membunuh saudara perempuannya untuk meminum darahnya. Dari kejadian itu, tidak ada lagi jalan untuk kembali bagi Reid.

Game yang satu ini memberi pemain kebebasan untuk menghisap darah siapapun tak terkecuali karakter NPC penting, tapi disaat bersamaan, juga menguji pemain akan moral mereka. Tidak banyak game yang memberi kebebasan keji semacam itu, tapi Vampyr jadi salah satu yang mengeksekusinya dengan baik.

7. Carrion
7 Game Horor Menyeramkan di mana Pemain Jadi Antagonis

Carrion jadi salah satu paling unik di daftar ini. Game metroidvania dengan elemen side-scrolling ini menempatkan pemain ke dalam peran monster tentakel yang membabi buta menghabisi siapa pun yang ada pada sebuah fasilitas penelitian.

Phobia Game Studio selaku developer mendeskripsikan game ini sebagai “reverse-horror” di mana pemain tidak melawan monster melainkan menjadi monster itu sendiri. Salah satu bagian paling menarik dari game ini juga adalah animasi monsternya yang terasa mulus disamping gaya visual retro yang mengingatkan pada gaya visual yang diusung oleh berbagai game lawas.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game horor menyeramkan di mana pemain berperan sebagai karakter antagonis. Terlepas dari sisi menarik dan menyenangkan dihadirkan sejumlah game di atas, tentu sifat keji dan brutal yang dimiliki karakternya tidak pantas untuk ditiru.

Pertama adalah kelompok orang pencari sensasi. Kelompok ini adalah orang-orang yang memang pada dasarnya senang mencari rasa “mabuk” (high) secara emosional. Mereka suka mengalami situasi-situasi menegangkan yang biasanya tak terjadi dalam kehidupan normal. Contohnya merasakan ketakutan dari film horor, atau melakukan olahraga ekstrem seperti sky diving.

Anehnya, kenikmatan dari sensasi ini sepertinya hanya berlaku bila kita sudah jelas tahu bahwa apa yang kita lihat itu palsu (misalnya game atau film). Dalam sebuah riset, orang-orang yang menyukai film horor dan sudah terbiasa melihat adegan sadis, ketika ditunjukkan kejadian sadis sungguhan (video dokumenter) ternyata tidak bisa menikmatinya. Mereka menolak menonton video tersebut sampai habis, padahal film-film horor yang biasa mereka tonton mungkin punya adegan yang lebih sadis atau lebih menjijikkan.