Berikut Tips Mengurus Tilang Elektronik di Jakarta

Berikut Tips Mengurus Tilang Elektronik di Jakarta

Berikut Tips Mengurus Tilang Elektronik di JakartaE-Tilang atau E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) adalah sistem tilang elektronik yang memanfaatkan sistem CCTV sebagai pengawasnya alih-alih polisi yang bertugas di jalanan. Sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) telah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia.

Selain itu, CCTV yang digunakan juga mampu merekam nomor kendaraan untuk memudahkan proses hukum kendaraan yang melanggar. Daerah yang pertama kali menerapkan yakni DKI Jakarta. Meski sudah dua tahun berlaku, tidak sedikit warga Ibu Kota yang belum memahami cara mengurus tilang elektronik.

Apalagi yang baru pertama kali kena tilang melalui CCTV tersebut. Datangnya surat pemberitahuan tilang ke alamat rumah pasti akan membuat bingung. Tilang eletronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) memberikan jaminan penerapan hukum yang sama bagi semua pihak yang berpartisipasi dalam lalu lintas. Agar tidak kebingungan lagi, mari simak ulasan cara mengurus tilang elektronik berikut.

1. Konfirmasi pelanggaran yang dilakukan, bisa online loh!
Cara Mengurus Tilang Elektronik di Jakarta, Bisa Online!

Cara mengurus tilang eletronik sebenarnya tidak berbeda jauh dengan tilang konvensional yang dilakukan petugas kepolisian. Setelah mendapatkan surat pemberitahuan, pemilik kendaraan harus melakukan konfirmasi atas pelanggaran yang dilakukan.

Khusus untuk di Jakarta, konfirmasi ini bisa dilakukan secara offline maupun online. Konfirmasi secara online dilakukan di laman etle-pmj.info.

Sedangkan untuk offline bisa mendatangi Posko ETLE Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya di Jalan MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan. Jam operasionalnya Senin-Jumat pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dan Sabtu pada pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.

2. Bayar denda melalui bank
Cara Mengurus Tilang Elektronik di Jakarta, Bisa Online!

Sebagai catatan, pelanggar yang mendapatkan surat tilang elektronik diberi waktu lima hari untuk konfirmasi. Setelah konfirmasi dilakukan, pelanggar akan diberikan surat tilang biru.

Petugas juga akan memberikan kode BRI virtual. Kode tersebut dipergunakan untuk membayar denda atas pelanggaran yang dilakukan melalui BRI.

3. Awas! STNK bisa diblokir
Awas, Kena Tilang Elektronik STNK Bisa Diblokir? Begini Mekanisme  Penilangan yang Perlu Diperhatikan - Tribunjabar.id

Masyarakat yang terkena tilang elektronik sebaiknya segera mengurus dan membayarkan denda. Jika tidak dilakukan, STNK kendaraan bisa diblokir.

Pemblokiran yang dimaksud akan berdampak pada STNK tidak bisa diperpanjang. Yuk, segera urus tilang elektroniknya.