Berikut Ulasan Game Epic Marvel’s Guardians of the Galaxy

Berikut Ulasan Game Epic Marvel’s Guardians of the Galaxy

Berikut Ulasan Game Epic Marvel’s Guardians of the Galaxy – Marvel’s Guardians of the Galaxy adalahvideo gameaksi-petualangan yang dikembangkan oleh Eidos-Montréal dan diterbitkan oleh anak perusahaan Square Enix di Eropa. Berdasarkan seri buku komik Marvel Comics ‘Guardians of the Galaxy, game ini dirilis untuk Microsoft Windows, Nintendo Switch, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, dan Xbox Series X/S pada 26 Oktober 2021.

Gim ini umumnya mendapat ulasan positif dari para kritikus, dengan pujian untuk narasi dan visualnya, tetapi kritik untuk pertarungannya yang dianggap berulang. Guardians of the Galaxy adalah sekelompok pahlawan superlebih—cocok dianggap pasukan bayaran—dalam semesta Marvel yang tugasnya menjaga perdamaian antargalaksi. Bagi penggemar, kisah petualangan Star-Lord (Peter Quill) memang dirasa sangat menghibur dan mengasyikkan untuk diikuti, apalagi ketika kisah mereka sangat berkaitan dengan The Avengers, sekelompok pahlawan super pelindung Bumi.

Nah, pada 26 Oktober 2021 lalu, Square Enix merilis sebuah game berjudul Marvel’s Guardians of the Galaxy secara multiplatform. Ya, game garapan Eidos-Montréal ini dapat dimainkan untuk Windows (PC), PS4, PS5, Xbox One, dan Xbox Series X. Disutradarai oleh Jean-Francois Dugas dan Patrick Fortier, game ini telah mendapat banyak apresiasi di awal perilisannya.

1. Plot cerita yang segar tanpa menghilangkan orisinalitas
[REVIEW] Marvel's Guardians of the Galaxy—Tampil Apik dan Impresif

Premis dan plot utama yang dihadirkan dalam game ini terbilang segar dan tidak menyalin mentah-mentah jalan cerita dalam filmnya. Kendati demikian, pengembang masih mempertahankan orisinalitas dari semua elemen yang ada dalam Guardians of the Galaxy. Secara garis besar, latar belakang dari game ini mengambil kisah beberapa tahun setelah perang antarbintang yang meninggalkan banyak jejak masif di seluruh galaksi.

Nah, layaknya cerita dalam komik dan filmnya, kita akan memainkan sekelompok pasukan bernama Peter Quill atau Star-Lord, Gamora, Rocket Raccoon, Groot, dan Drax. Namun, dalam game kali ini, kelompok Guardians of the Galaxy sudah lengkap dan pemain dianggap tahu mengenai latar belakang dari masing-masing karakter yang ada. Dikisahkan bahwa kita akan mencari uang atau harta karun dari sisa-sisa peperangan galaksi di masa lalu.

Salah satu jenis harta karun yang diburu oleh Peter Quill adalah monster-monster langka yang tersebar di wilayah Quarantine Zone. Jika misi mereka sukses, monster-monster tersebut bisa diuangkan atau dibeli oleh pihak yang mengoleksi makhluk aneh. Sayangnya, bukannya uang yang didapat, Peter Quill dan kawan-kawan malah harus berhadapan dengan masalah baru di galaksi.

Yup, mereka dihadapkan pada sebuah persoalan kompleks yang menyangkut tentang ideologi misterius. Berdasarkan informasi yang mereka dapat, semua orang di galaksi bisa dengan mudah mengikuti ideologi tersebut, bahkan akan mengorbankan apa pun, termasuk nyawa. Premis macam ini memang awalnya terkesan absurd.

Namun, setelah memainkannya, jalan cerita menjadi sangat mengasyikkan untuk diikuti. Alih-alih hadir secara repetitif, kita justru akan disuguhkan kisah petualangan Guardians of the Galaxy yang berwarna dan jauh dari kata jenuh. Uniknya, bagi penulis pribadi, game ini lebih menyenangkan untuk diikuti ketimbang kisah asli dalam filmnya.

2. Sangat membekas meskipun tidak seluas yang dibayangkan
[REVIEW] Marvel's Guardians of the Galaxy—Tampil Apik dan Impresif

Mungkin yang menjadi sedikit kekecewaan bagi penulis adalah dunia yang ditawarkan dalam game ini. Well, dalam Marvel’s Guardians of the Galaxy, kita hanya akan menjelajahi beberapa planet, alih-alih seluruh galaksi. Hal ini sebetulnya cukup disayangkan karena seharusnya, petualangan Peter Quill dan kawan-kawan bisa lebih luas lagi mengingat kapasitas file pada PS5 dan PC-nya ada di atas 80 GB.

Namun, kabar baiknya, Eidos-Montreal tahu bagaimana menghilangkan anggapan buruk tersebut. Petualangan dan kisah epik yang didapatkan akan tetap membekas, bahkan ketika kamu sudah menamatkan game ini. Meski seolah terjebak di dalamnya, kita akan disuguhkan begitu banyak pemandangan unik dan indah dalam game ini. Hal ini telah membuktikan bahwa dunia linear tidak selamanya membosankan.

3. Mekanisme gameplay yang menyenangkan
[REVIEW] Marvel's Guardians of the Galaxy—Tampil Apik dan Impresif

Apa yang diharapkan dari sebuah game dengan nama besar macam Marvel’s Guardians of the Galaxy? Ya, tentu saja mekanisme permainan yang asyik dan menyenangkan untuk dijalani. Untungnya, game ini sudah hadir pada level ekspektasi tersebut. Memainkannya di konsol PS5 telah membawa kesenangan tersendiri bagi penulis, apalagi jika menghadapi segerombolan musuh dalam jangkauan tembak.

Memainkan game ini malah membuat penulis lupa bahwa Guardians of the Galaxy masih menjadi bagian dari semesta Marvel. Pasalnya, penulis juga membandingkannya dengan game Marvel lainnya yang dulu pernah penulis ulas, yakni Marvel’s Avengers: War for Wakanda. Jelas bahwa petualangan Peter Quill masih lebih terasa impresif dibandingkan dengan game Marvel lainnya.

Karakter yang kita gerakkan akan diambil dari sudut pandang orang ketiga. Berbagai macam kemampuan dan senjata bisa kita gunakan di sini, salah satunya adalah pistol legendaris milik Star-Lord. Nah, anggota kelompok yang lain, seperti Gamora, Rocket Raccoon, Drax, dan Groot masih bisa kita perintahkan untuk menjalankan strategi tertentu meskipun tidak bisa digerakkan secara penuh layaknya kita memainkan Peter Quill.

Uniknya, ada banyak dialog yang merepresentasikan sebuah hubungan antara keputusan dan konsekuensi yang ada. Dalam hal ini, hubungan antara anggota yang satu dengan lainnya dapat dipengaruhi oleh keputusan dan kondisi yang kita ciptakan. Begitu juga dengan misi-misi tertentu, keputusan kita dalam memilih sebuah tindakan akan memengaruhi hasil akhirnya.

Oh, ya, perlu penulis tegaskan bahwa Marvel’s Guardians of the Galaxy bukanlah sebuah game yang berjalan pada elemen role-playing game atau RPG. Lalu, jika mengharapkan sebuah game multiplayer yang seru dan ramai, sebaiknya buang jauh-jauh harapan tersebut. Pasalnya, game ini berjalan pada sistem single-player murni dan ia hadir dengan narasi atau premis yang teratur alias sudah ditentukan.

4. Tampilan visual yang keren dan cakep
[REVIEW] Marvel's Guardians of the Galaxy—Tampil Apik dan Impresif

Bagi penulis, Marvel’s Guardians of the Galaxy sudah tampil sangat bagus di sisi grafisnya. Ia bahkan mampu mengungguli game Marvel lainnya. Dalam PS5, tiap-tiap karakter yang ada ditampilkan dengan sangat detail dan lugas. Mereka bergerak secara luwes dan ada begitu banyak atribut yang digambarkan secara apik oleh developer. Hebatnya, komposisi visual pada saat in-game dibuat nyaris setara dengan animasinya.

Desain dan detail dari lingkungan juga tak luput dari perhatian. Jelas bahwa Eidos-Montreal tidak main-main dalam hal ini. Tak masalah jika kamu hanya menjelajahi dua atau tiga planet yang tak begitu besar. Saat melihat keindahan grafis di dalamnya, kamu akan segera melupakan betapa sempitnya dunia dalam Marvel’s Guardians of the Galaxy.

Komposisi warna yang disuntikkan juga tergolong sangat bagus. Dengan plot yang linear, kita bahkan akan sering berdecak kagum manakala melihat Star-Lord menghabisi musuh-musuhnya dalam bingkai layar 4K. Bagi pengguna PC, kabarnya game ini akan meminta spesifikasi yang cukup tinggi, yakni RAM 16 GB, prosesor setara Intel i7-4790, dan GPU setingkat GeForce GTX 1660 Super. Adapun, kapasitas file-nya ada pada kisaran 90 GB.

5. Audio juga tak kalah memesona
[REVIEW] Marvel's Guardians of the Galaxy—Tampil Apik dan Impresif

Apa yang membuat penulis cukup betah memainkan game ini? Selain visual apik, game Marvel kali ini juga memiliki kualitas audio yang memukau. Mendengarkan percakapan karakter melalui headset akan sama bagusnya dengan menggunakan perangkat audio lain. Nah, satu yang penulis suka adalah bagaimana developer mengembangkan dialog yang jauh dari kata garing dan jenuh.

Kamu akan mendengar banyak dialog dan itu tidak akan membuat telingamu kepanasan. Lelucon, cara bercanda, dan penyampaian naskah mampu terdengar solid layaknya film-film Hollywood. Lalu, jika mendengarkan aksi tembak menembak antara Peter dengan lawan-lawannya, ada begitu banyak suara apik yang mendukung. Ia bisa dihadirkan dengan ramai, lugas, tapi tidak terdengar berlebihan di telinga.

Bagaimana dengan kualitas musikalnya? Sama baiknya! Bahkan, musik sudah menjadi salah satu pendongkrak adrenalin saat Star-Lord berjibaku dengan pasukan musuh. Entah bertempur di peternakan milik keluarga atau menghabisi musuh di planet aneh, semuanya terdengar epik dan nendang di telinga.

Bagi penulis, musik yang disuntikkan oleh Eidos-Montreal dalam game ini terbilang genius. Kenapa? Itu karena developer memasukkan musik-musik milik grup band fiksi bernama Star-Lord. Yup, seperti yang kita tahu, Peter Quill mengambil nama Star-Lord dari sebuah grup band yang ia gemari pada saat masih berada di Bumi. Dengan kata lain, Eidos-Montreal menciptakan dan membuat sendiri musik-musik rock bagi grup band fiktif tersebut. Keren, kan?

6. Tampil dengan banyak kelebihan dibanding game Marvel lainnya
[REVIEW] Marvel's Guardians of the Galaxy—Tampil Apik dan Impresif

Wajib ditegaskan di sini bahwa penulis bukanlah fan atau penggemar dari Guardians of the Galaxy. Bahkan, bisa dikatakan bahwa penulis bukanlah penggemar Marvel secara keseluruhan. Hal ini perlu disampaikan karena penulis harus bersifat objektif manakala memberikan review sebuah game dengan nama besar—meskipun juga terkadang hal itu bersifat relatif dan sesuai selera.

Well, bagaimana dengan game ini? Secara keseluruhan, ia tampil bagus dan impresif. Plot yang mengasyikkan untuk diikuti ditambah dengan mekanisme gameplay yang menyenangkan menjadi gabungan yang nikmat dalam game ini. Belum lagi sisi visual dan audionya cakep, memesona, dan bisa dikatakan terbaik jika dibandingkan dengan game Marvel lainnya.

Akan tetapi, hal mendasar yang penulis rasakan sebagai kekurangan justru ada pada konsep petualangannya yang kurang luas. Ya, meskipun sudah tampil apik, penulis masih belum merasa puas dalam menjelajahi berbagai macam tempat yang ada. Hal ini karena sempitnya dunia yang harus dijelajahi oleh Peter Quill.

Jadi, bagaimana hasil akhirnya? Penulis memberikan skor 4,5/5 untuk Marvel’s Guardians of the Galaxy. Jika saja dunia yang ditawarkan jauh lebih luas, mungkin skor sempurna akan diberikan pada game yang ditulis oleh Mary DeMarle ini. So, kalau suka dengan petualangan yang tidak menguras waktu, game ini bisa kamu mainkan untuk mengisi akhir pekanmu!

Di Marvel’s Guardians of the Galaxy , pemain mengambil kendali Peter Quill / Star-Lord dari sudut pandang orang ketiga . Pemain dapat menggunakan senjata elemen Star-Lord untuk mengalahkan musuh, dan terbang di udara menggunakan sepatu bot jetnya. Anggota lain dari tim tituler, yang meliputi GamoraRocket RaccoonGroot, dan Drax the Destroyer, tidak dapat dimainkan secara langsung karena dikendalikan oleh kecerdasan buatan , tetapi pemain dapat mengeluarkan perintah kepada mereka selama pertempuran. 

Setiap karakter memiliki keterampilan dan kemampuan unik mereka sendiri yang dapat dirantai bersama untuk menimbulkan lebih banyak kerusakan. Saat pemain melawan musuh, meteran akan terbentuk dan memungkinkan pemain untuk melepaskan kemampuan khusus yang dikenal sebagai “Team Huddle”, yang mendorong Star-Lord untuk membuat pidato motivasi dan memainkan lagu untuk menginspirasi rekan satu timnya. Pidato yang baik akan memberikan manfaat gameplay Wali lainnya, meskipun kemampuan Star-Lord akan ditingkatkan terlepas dari kualitas pidatonya.