Inilah Game Legend of Mana yang Legendaris & Kembali Dirilis

Inilah Game Legend of Mana yang Legendaris & Kembali Dirilis

Inilah Game Legend of Mana yang Legendaris & Kembali DirilisLegend of Mana adalah game role-playing aksi 1999 yangdikembangkan dan diterbitkan oleh Square (sekarang Square Enix ) untuk PlayStation. Ini adalah game keempat dalamseri Mana , setelah Trials of Mana tahun 1995.

Bertempat dialam semesta fantasi tinggi , gim ini mengikuti pahlawan yang tidak disebutkan namanya saat mereka memulihkan tanah Fa’Diel dengan menciptakan dunia di sekitar mereka dan menyelesaikan sejumlah pencarian yang saling terkaituntuk memulihkan Pohon Mana.

Dengan Merilis ulang game lawas dengan tampilan yang lebih kekinian sedang menjadi tren di dunia game. Ya, konsep remastered ini memang biasanya menyasar pada judul-judul legendaris yang dulunya pernah dirilis untuk konsol lawas, seperti PS1 dan PS2.

1. Jalan cerita yang sama persis dengan versi aslinya
[REVIEW] Legend of Mana—Racikan JRPG yang Tetap Melegenda

Tidak ada perbedaan jalan cerita antara Legend of Mana Remastered dengan versi orisinalnya. Kamu tetap akan memainkan game yang juga berfokus pada plot cerita tentang Pohon Mana yang telah memberikan kehidupan di dunia Fa’Diel—semesta dalam Legend of Mana. Sayangnya, pohon tersebut telah terbakar ratusan tahun lalu, sebelum game ini dikisahkan.

Diceritakan bahwa saat itu dunia sedang mengalami gonjang-ganjing akibat peperangan yang dilakukan berbagai macam ras, seperti manusia, peri, jumi, dan makhluk-makhluk lainnya. Nah, sudah bisa ditebak bahwa keberadaanmu adalah sebagai pahlawan yang bertugas untuk memulihkan keadaan dunia seperti sedia kala. Cerita dan plot macam ini memang sangat identik dengan banyak game berbasis RPG asal Jepang.

Perjuanganmu tentunya tidak mudah karena ada begitu banyak tantangan dan misteri yang harus dilewati. Fa’Diel bukanlah dunia yang ramah seperti dulu. Di sini, terdapat banyak makhluk aneh yang siap menebarkan berbagai macam ancaman. Bahkan, beberapa kelas monster dari dunia bawah tanah pun muncul ke Fa’Diel untuk menghalangi sang protagonis utama.

2. Unik dan berbeda dengan RPG lainnya
[REVIEW] Legend of Mana—Racikan JRPG yang Tetap Melegenda

Sejak awal mula dirilis untuk PS1, Legend of Mana sudah menunjukkan bahwa game ini ada di level berbeda dalam hal gameplay. Salah satu sistem permainan yang cukup unik dalam game ini adalah keberadaan artefak-artefak yang tersebar di seluruh semesta Fa’Diel. Nah, salah satu misi kita adalah mencari sekumpulan artefak tersebut dalam Land Make, sebuah sistem yang mengizinkan pemain untuk meletakkan artefak di dungeon sesuai keinginan gamer.

Uniknya, meskipun bebas meletakkan artefak-artefak tersebut, jika salah dalam meletakkannya, hal tersebut akan berdampak pada tingkat spirit dari karakter yang kita mainkan. Di sisi lain, jika dalam Final Fantasy kita diizinkan memelihara Chocobo, dalam Legend of Mana, kita pun diizinkan untuk memelihara monster. Kamu akan menemukan berbagai wilayah atau zona yang di dalamnya terdapat telur monster. Nah, memelihara mereka dirasa cukup mengasyikkan dan menghibur di tengah ruwetnya situasi di semesta Fa’Diel.

Secara keseluruhan, sistem permainan yang ditawarkan pada game kali ini memang terasa identik dengan versi aslinya. Bahkan, tak ada perubahan sama sekali dengan sistem pertarungannya yang real time. Memainkannya di laptop atau PC akan membawamu ke dalam sebuah sistem permainan unik yang justru bisa membangkitkan nostalgia masa kecilmu.

3. Bisa dimainkan pada resolusi 4K
[REVIEW] Legend of Mana—Racikan JRPG yang Tetap Melegenda

Tentu saja Legend of Mana Remastered cukup berbeda dalam hal visual jika dibandingkan versi aslinya. Dalam versi ini, grafis ditampilkan cukup tajam dan jernih. Bahkan, game arahan Koichi Ishii ini bisa dimainkan dalam resolusi 4K, di samping resolusi 1080p sebagai pilihan utama. Nah, Square Enix rupanya belajar banyak dari kisah perilisan Final Fantasy IX Remastered beberapa tahun lalu.

Yup, seperti yang kita tahu, tampilan latar belakang Final Fantasy IX Remastered mendapatkan kritik pedas dari penggemar. Pasalnya, grafis lingkungannya terlihat sangat kabur dan tidak mendapat sentuhan serius dari pengembang. Namun, dalam Legend of Mana, detail latar belakang lingkungan sudah cukup diperhatikan karena pada versi remastered, tampilan visualnya tampak lebih tajam ketimbang versi orisinalnya.

Untuk desain dan karakternya masih sama persis dengan versi pada konsol PS1. Harap diingat bahwa game ini bukanlah remake seperti Final Fantasy VII yang juga sama-sama dikembangkan oleh Square Enix. Oh, ya, kapasitas file dari game ini mencapai 13 GB. Selain itu, pastikan bahwa PC atau laptop milikmu sudah memiliki RAM minimal 4 GB dan GPU setara GeForce GT 730 untuk menjalankannya dengan mulus.

4. Audio khas yang ikonis
[REVIEW] Legend of Mana—Racikan JRPG yang Tetap Melegenda

Bagi penulis, audio yang ada dalam banyak game buatan Square Enix memanglah cukup identik sekaligus ikonis. Tengok saja banyak game besar mereka, seperi Final Fantasy, Bravely Default, Secret of Mana, Vagrant Story, dan Chrono Cross. Meskipun terkesan linear, audio yang ditampilkan dalam masing-masih game tadi terdengar ikonis dan melekat pada plot cerita yang dibuat.

Nah, hebatnya lagi, dalam Legend of Mana Remastered, terdapat dua mode pemilihan musik yang bisa kita tentukan. Ini merupakan tambahan yang cukup terasa mayor bagi penulis. Dengan kata lain, selain versi orisinal, kamu juga bisa memilih musik-musik asli yang sudah diaransemen ulang.

Musik yang ada dalam game ini merupakan karya dari Yoko Shimomura yang juga terkenal sebagai komposer dari judul besar, macam Final Fantasy, Parasite Eve, Super Mario RPG, Xenoblade Chronicles, Kingdom Hearts, hingga Street Fighter. Yang jelas, mendengarkan alunan audio yang ikonis di tengah grafis retro akan segera membangkitkan nostalgia di masa lalu.

5. Wajib dijadikan koleksi
[REVIEW] Legend of Mana—Racikan JRPG yang Tetap Melegenda

Steam menjual Legend of Mana seharga Rp429 ribu. Apakah harga ini dirasa layak? Jawabannya ya. Bagi penulis, game ini layak untuk dijadikan koleksi bagi siapa saja yang menyukai game-game JRPG. Dengan tampilan yang lebih baik, Square Enix seolah membuktikan bahwa mereka bisa berbenah dan tidak mengulangi kesalahan fatalnya di masa lalu.

Begitu juga bagi kamu yang dulunya pernah memainkan game ini di PS1, memainkannya kembali di PC atau laptop dapat dengan segera membangkitkan suasana nostalgia di masa kecil. Nilai inilah yang sepertinya ingin ditonjolkan oleh developer ditambah dengan peningkatan visual dan audionya. Kamu akan kembali diingatkan pada masa saat kamu sering begadang demi memainkan JRPG yang pernah mendominasi konsol PS1.

Satu lagi, sistem pemilihan musikal yang disertakan di versi remastered juga menjadi kelebihan utama dalam game ini. So, skor 4,5/5 adalah nilai yang penulis berikan pada Legend of Mana, sebuah JRPG legendaris yang membuat penulis merasakan nostalgia yang cukup intens. Bagaimana denganmu? Apakah kamu juga sering memainkan JRPG di masa lalu?

Permainan memiliki penjualan tinggi, menjual 400.000 eksemplar dalam minggu pertama rilis dan 700.000 pada akhir 1999. Ulasan kurang positif dibandingkan game sebelumnya dalam seri. 

Kritikus memberikan pujian yang cukup besar untuk grafis dan soundtrack gambar tangan yang bersemangat dan berwarna-warni oleh Yoko Shimomura , tetapi kritis terhadap kurangnya alur cerita utama yang jelas, yang menyatakan bahwa itu membuat permainan merasa terputus-putus. Gim ini dirilis ulang sebagai bagian dari jajaran produk terlaris PlayStation dan Square Enix. Itu dirilis sebagai PSOne Classic di Jepang dan Amerika Utara.