Inilah Review Seru Terbaru Dari Game Resident Evil Village

Inilah Review Seru Terbaru Dari Game Resident Evil Village

Inilah Review Seru Terbaru Dari Game Resident Evil Village – Resident Evil Village adalah yang akan datang survival horror permainan video di kembangkan dan diterbitkan oleh Capcom. Ini akan menjadi angsuran besar kesepuluh di Resident Evil seri, dan sekuelnya Resident Evil 7: Biohazard. Permainan ini diumumkan di acara peluncuran PlayStation 5 pada Juni 2020 dan dirilis pada Windows, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, dan Xbox Series X/S pada tanggal 7 Mei 2021.

Sejak pertama kali dirilis pada 1996 untuk konsol dan PC, serial Resident Evil sudah langsung dianggap sebagai sebuah tolok ukur bagaimana game horor itu dibuat. Kebetulan, saat itu, zombi adalah wabah yang harus dihadapi oleh protagonis utama, seperti Jill Valentine, Chris Redfield, Barry Burton, Rebecca Chambers, Brad Vickers, dan Albert Wesker. Semenjak perilisan perdananya tersebut, penjualan game milik Capcom itu makin menanjak dan digandrungi oleh segenap gamer PS1 di seluruh dunia.

Oleh karena itu, dibuatlah banyak seri Resident Evil setelahnya, termasuk beberapa konten atau cerita tambahan untuk menutup lubang pada plot cerita secara keseluruhan. Penulis sendiri merupakan salah satu gamer yang mengikuti kisah game ini, mulai dari seri pertama hingga seri terbarunya yang berjudul Resident Evil Village yang dirilis pada 7 Mei 2021 lalu. Tentu tidak semua seri mampu memuaskan ekspektasi penulis, seperti misalnya Resident Evil 6 yang berantakan.

1. Jalan cerita menegangkan, tapi tidak begitu mengerikan
[REVIEW] Resident Evil Village—Kembali ke Jalan yang Benar

Saat pertama kali penulis memainkan game garapan Capcom ini, aura berbeda cukup dirasakan dalam hal plot cerita jika dibandingkan pada tiga seri awal dari waralaba ini. Ya, Resident Evil Village memberikan pengalaman berbeda jika disandingkan dengan Resident Evil 1, Resident Evil 2, dan Resident Evil 3: Nemesis. Jelas bahwa Capcom akan kembali menggiring konsep permainan pada sistem yang ada pada Resident Evil 4.

Dalam seri terbarunya ini, Ethan Winters kembali menjadi protagonis utama. Nah, jagoan kita kali ini memang memiliki jalur keterikatan cerita dengan Resident Evil 7. Jadi, bagi kamu yang ingin tahu secara detail siapa itu Ethan Winters, sebaiknya mainkan terlebih dahulu seri Resident Evil 7 yang juga sama-sama menegangkan. Dalam game kali ini, Ethan akan terlihat lebih tahan banting dibandingkan perannya pada game sebelumnya.

Adegan pertama yang muncul adalah kehidupan hangat dari Ethan Winters dan Mia beserta anak mereka yang bernama Rosemary. Tidak lama kita menikmati kehidupan normal tersebut, tanpa tedeng aling-aling, datanglah Chris Redfield bersama sekelompok pasukan khusus. Di depan mata Ethan, Chris langsung membunuh Mia dan menculik Rosemary. Anak bernama Rosemary tersebut memang dianggap memiliki kekuatan super yang bisa mengendalikan perilaku orang lain.

Sempat tak sadarkan diri, akhirnya Ethan terbangun di sebuah wilayah aneh. Nah, sejak ini petualangan kita akan dimulai secara intens. Wilayah aneh tersebut merupakan sebuah desa yang cukup besar dan dihuni oleh penduduk yang aneh, menyeramkan, dan tentu saja tidak akan bersahabat dengan karakter utama. Uniknya, kamu juga akan menghadapi berbagai macam musuh dan monster dalam game kali ini, mulai dari manusia serigala, vampir, boneka hidup, hingga karakter antagonis lainnya yang tak kalah unik.

Mengapa penulis menganggap mereka unik? Villain dalam Resident Evil Village memang cukup nyeleneh karena sangat berbeda dengan seri-seri sebelumnya. Alih-alih menyeramkan, karakter mereka justru dibuat cukup garang dan mampu beraksi layaknya dalam film-film bertema vampir atau manusia serigala.

Pada intinya, kita akan memainkan karakter Ethan dan mencari keberadaan Rosemary di desa tersebut. Makin lama kita memainkannya, makin banyak rahasia penting yang tersingkap. Jalan cerita yang kamu hadapi juga bakal menegangkan meskipun tidak terlalu mengerikan. Secara umum, bagi penggemar serial Resident Evil, penulis cukup puas dengan plot cerita seperti ini.

2. Gameplay pakem seperti biasanya
[REVIEW] Resident Evil Village—Kembali ke Jalan yang Benar

Resident Evil Village termasuk first-person survival horror karena kita akan mengendalikan karakter utama dalam pandangan orang pertama. Mekanisme ini agak berbeda dengan Resident Evil 4 dan saat ini dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk menikmati dunia atau semesta Resident Evil. Harus diingat bahwa kamu tidak akan dibekali dengan senjata bombastis layaknya pada Resident Evil 3: Nemesis.

Sebaliknya, Ethan Winters akan sering menggunakan pistol dan pisau untuk bertahan di tengah ganasnya penghuni desa. Gameplay juga dirasakan penulis secara intens karena ditunjang dengan stik PS5 yang kaya akan fitur. Oh, ya, penulis belum mencoba Resident Evil Village versi PC dan hanya mencobanya dalam versi PS5. Pengalaman bermain mungkin bisa dirasakan sangat berbeda manakala kamu telah memainkannya di kedua platform tersebut.

Tingkat kesulitan dalam game ini juga akan mengikuti kemampuan pemain secara rata-rata. Akan tetapi, perlu ditegaskan, Resident Evil Village bukanlah game yang terlalu mudah dan bukan juga permainan yang sangat sulit untuk ditamatkan. Jika sudah pernah memainkan Resident Evil 4 dan Resident Evil 7, kamu akan menemukan gameplay yang pakem dan cukup mudah diadaptasi.

Satu lagi, nyawa Ethan Winters seolah tak ada matinya dalam game ini. Kamu akan berulang kali terluka, terjatuh, tergigit, bahkan mengalami penculikan dengan penyiksaan yang menyakitkan. Namun, karakter kita akan tetap hidup dan hanya dengan siraman cairan khusus, health bar akan kembali penuh seperti sedia kala.

Jangan salah dulu, Ethan Winters memang bukanlah karakter biasa. Bahkan, ia dapat menyambung anggota tubuhnya yang terputus. Yup, mirip seperti Mia dan Rosemary, rupanya Ethan juga seorang dengan kemampuan khusus di semesta Resident Evil. Apakah konsep Capcom ini dianggap tidak berlebihan? Well, sebaiknya kamu ikuti saja Resident Evil 7 dan Resident Evil Village secara linear untuk mendapatkan jawaban yang gamblang.

3. Grafis garapan RE Engine yang tak ada duanya
[REVIEW] Resident Evil Village—Kembali ke Jalan yang Benar

Capcom cukup mandiri dalam hal grafis. Buktinya, mereka sanggup menciptakan sebuah engine atau sistem grafis terintegrasi dengan kualitas kelas atas, yakni RE Engine. Resident Evil 7, Devil May Cry 5, dan Monster Hunter Rise adalah sederet game fenomenal yang menggunakan RE Engine. Nah, tak mau kalah, Resident Evil Village pun juga menggunakan kekuatan grafis yang sama.

Bagaimana hasilnya? Bisa dikatakan bahwa game arahan sutradara Morimasa Sato ini menjadi salah satu game dengan tampilan terbaik. Selain indah dan memanjakan mata, kualitas grafis garapan RE Engine terkenal stabil dan tidak mudah drop jika dimainkan dalam suhu konsol yang panas. Frame rate atau frames per second (FPS) yang ditampilkan di PS5 terhitung stabil dan nyaris tanpa penurunan kualitas.

Kestabilan FPS tersebut tak lepas dari fitur ray tracing yang ada di GPU milik PS5. Dengan fitur ini, tampilan di Resident Evil Village memang tampak nyata dan seimbang. Pada lingkungan yang terang, grafis tidak terkesan lebai. Sebaliknya, pada titik tergelapnya, tampilan tetap akan terlihat jernih dan masih kaya akan saturasi. Kamu bisa merasakan bahwa setiap objek yang ada di ruangan gelap akan tampak berbeda satu sama lain.

Nah, satu hal yang membuat penulis cukup kagum dengan Capcom adalah kemampuan mereka dalam menggambarkan lingkungan desa yang dingin dan aneh. Hamparan salju dan rumah-rumah terbengkalai akan ditampakkan secara nyata dan detail. Salut untuk Capcom karena mereka bisa meningkatkan grafis terbarunya secara cukup signifikan dibandingkan dengan Resident Evil sebelumnya.

4. Audio kelas atas yang memesona
[REVIEW] Resident Evil Village—Kembali ke Jalan yang Benar

Bukan Capcom namanya jika tidak sanggup menciptakan audio kelas atas. Ya, penulis juga tidak kaget dengan kualitas audio dari Resident Evil Village yang begitu dipuja-puja oleh kalangan gamer di seluruh dunia. Pasalnya, memang audio dalam game ini terdengar sangat bagus, nyata, jernih, dan mampu menampilkan 3D Audio khas PlayStation 5. Memakai headset biasa pun juga sama bagusnya.

Penulis berani jamin bahwa pengalaman memainkan game ini lebih terasa intens jika menggunakan konsol PS5. Kenapa? Selain fitur 3D Audio Sony yang memukau, ada juga yang namanya fitur adaptive trigger yang akan membuat petualanganmu menjadi lebih mendebarkan. Fitur canggih ini yang akan membedakan sensasi penggunaan berbagai macam senjata. Memakai pistol tentu akan terasa berbeda jika dibandingkan memakai shotgun.

Sistem musikal pada seri terbaru ini juga cukup berbeda dengan seri sebelumnya. Memang, pada Resident Evil 7 lalu, sistem musikal terasa lebih ramai. Akan tetapi, khusus untuk Resident Evil Village, kesunyian pun bisa dijabarkan dengan sangat dalam oleh Capcom. Langkah kaki, derak kayu, raungan monster di kejauhan, bahkan napas dari Ethan ditampilkan dalam audio yang benar-benar bonafide.

Bagaimana dengan suara dari semua karakternya? Justru di sinilah kelebihan Resident Evil Village dibandingkan game horor lainnya. Suara karakter bisa ditampilkan dengan sangat baik oleh Capcom. Bagian terbaiknya apalagi kalau bukan suara-suara aneh dan unik dari masing-masing bos villain yang kamu hadapi di sini. Suara tertawa, menyanyi, marah, bahkan mendesah bisa ditampilkan dengan sangat hidup.

5. Sudah kembali ke jalan yang benar
[REVIEW] Resident Evil Village—Kembali ke Jalan yang Benar

Capcom melalui Morimasa Sato, Tsuyoshi Kanda, Isamu Hara, Peter Fabiano, dan Antony Johnston telah berhasil membuat sebuah karya besar dengan kualitas jempolan bernama Resident Evil Village. Plot atau jalan cerita yang dalam dan tidak membosankan menjadi salah satu daya tarik dari game yang sudah terjual 4,5 juta kopi ini.

Belum lagi jika menilik dari sistem gameplay, grafis, dan audionya yang sangat memukau, tentunya memang nyaris tak didapatkan celah untuk menjatuhkan karya milik Capcom ini. Jika memainkannya sampai tamat, kamu akan merasakan aura dan sensasi berbeda dibandingkan seri-seri Resident Evil lainnya.

Selama ini, penulis selalu merujuk pada Resident Evil 3: Nemesis yang dirilis pada 1999 sebagai satu-satunya seri Resident Evil terbaik yang pernah ada. Namun, apa mau dikata, melihat pencapaian dan keseriusan Capcom dalam membuat seri terbarunya, penulis terpaksa mendepak Resident Evil 3: Nemesis tersebut dari singgasananya.

Yup, bagi penulis, Resident Evil Village mampu tampil sempurna dengan skor 5/5. Game ini telah menjelaskan sekaligus menyimpulkan bahwa Capcom sudah kembali ke jalan yang benar. Ke depannya, semoga saja Capcom tidak lagi merilis seri Resident Evil yang hanya mengedepankan aksi semata seperti Resident Evil 6.

Seperti Resident Evil 7Resident Evil Village menggunakan perspektif orang pertama. Sudah diatur secara eksplorable Rumania Desa. Sistem manajemen inventaris serupa dengan Resident Evil 4, menampilkan koper. Pemain dapat membeli senjata dan barang dari pedagang, yang disebut Duke.

Para pemain juga dapat berburu hewan tertentu di desa dan memasaknya menjadi hidangan oleh Duke, makan lauk memungkinkan pemain untuk mendapatkan keuntungan seperti mengurangi kerusakan yang diambil saat memblokir. Pemain dapat secara manual menyimpan kemajuan permainan dengan mencari dan menggunakan mesin tik – yang menggantikan perekam kaset yang terlihat di permainan sebelumnya.