Penjualan Lego Melonjak Hingga 2 Digit Sejak Pandemi Covid19

Penjualan Lego Melonjak Hingga 2 Digit Sejak Pandemi Covid19

Penjualan Lego Melonjak Hingga 2 Digit Sejak Pandemi Covid19 – Lego adalah sejenis alat permainan bongkah plastik kecil yang terkenal di dunia khususnya di kalangan anak-anak atau remaja tidak pandang lelaki ataupun perempuan. Bongkah-bongkah ini serta kepingan lain bisa disusun menjadi model apa saja.

Mobil, kereta api, bangunan, kota, patung, kapal, kapal terbang, pesawat luar angkasa serta robot, semuanya bisa dibuat. Grup Lego bermula dari sebuah usaha kerajinan kayu milik Ole Kirk Chiristiansen, di kota Billund, Denmark. Pada tahun 1916, Christiansen membeli sebuah toko kerajinan kayu di Billund yang telah beroperasi semenjak tahun 1895. Perusahaan mainan Lego kembali mencatatkan pertumbuhan dua digit tahun lalu.

Itu terjadi karena banyak keluarga yang harus tinggal di rumah akibat penguncian (lockdown) melakukan pembelian IDN Poker77, demikian kata CEO Niels B. Christiansen. Pada tahun lalu berbagai negara di dunia memang terpaksa harus menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) yang mengancam kesehatan. Bahkan hingga hari ini, masih ada sejumlah negara yang menerapkan pembatasan untuk warganya.

1. Penjualan online meningkat
Penjualan Lego Melonjak saat Lockdown, Mencapai Dua Digit

Menurut CEO perusahaan asal Denmark itu, pendapatan yang diperoleh perusahaan tahun lalu merupakan buah dari investasinya selama bertahun-tahun, di mana perusahaan terus melakukan inovasi dalam produknya.

Mereka juga memiliki sistem penjualan online yang lebih baik dan perangkat baru yang dibuat dari batu bata plastik, seperti robot yang dapat diprogram pada telepon pintar.

“Selama dua tahun terakhir kami telah melakukan investasi skala besar dalam inisiatif yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang,” kata Christiansen.

“Pada tahun 2020, kami mulai melihat manfaatnya, terutama dalam e-commerce dan inovasi produk,” lanjutnya.

2. Mengalami pertumbuhan pesat
Penjualan Lego Melonjak saat Lockdown, Mencapai Dua Digit

Lego telah lama menjadi mainan populer, membuat perusahaan milik keluarga itu terus mencatatkan pertumbuhan dua digit dalam bisnisnya selama bertahun-tahun lalu. Namun, hal tersebut berhenti pada 2017, membuat perusahaan melakukan perombakan dan menunjuk Christiansen sebagai CEO.

Pada 2020, penjualan tumbuh 13 persen menjadi 43,7 miliar krona Denmark atau 6,98 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Jumlah itu setara sekitar Rp97,7 triliun. Angka ini naik dari pertumbuhan 6 persen pada 2019.

“Sementara laba operasi naik 19 persen menjadi 12,9 miliar krona,” kata Lego dalam sebuah pernyataan.

3. Berencana meningkatkan digitalisasi
Penjualan Lego Melonjak saat Lockdown, Mencapai Dua Digit

Christiansen lebih lanjut mengatakan, Lego akan mempekerjakan beberapa ratus karyawan untuk meningkatkan digitalisasi lebih lanjut pada 2021.

Dia menolak mengatakan berapa banyak penjualan online tumbuh tahun lalu, tetapi menyebutkan bahwa jumlah pengunjung di Lego.com naik dua kali lipat menjadi lebih dari seperempat miliar dalam setahun.

Christiansen mengatakan, Lego berhasil memperoleh tambahan sekitar 1 poin persentase dari pangsa pasar secara global, meningkat di sebagian besar pasarnya.

Perusahaan juga menambah jumlah toko fisiknya sebanyak 134 unit, termasuk 91 gerai baru di Tiongkok, pasar pertumbuhan terbesarnya. Perusahaan berencana untuk membuka 120 toko pada 2021, 80 di antaranya di Tiongkok.

Toko ini kebanyakan pekerjaannya adalah membantu pembangunan rumah dan pembuatan mebel kayu, serta memiliki beberapa orang pegawai. Toko ini terbakar pada tahun 1924, terjadi karena api yang dinyalakan oleh kedua putra Christiansen membakar beberapa hasil kerajinan kayu disana. Ole Kirk kemudian membangun usaha kerajinan kayu yang lebih besar, dan berusaha memperluas bisnisnya lebih jauh lagi.