Tips Mencegah Kecanduan Game Versi WHO yang Wajib Anda Tahu

Tips Mencegah Kecanduan Game Versi WHO yang Wajib Anda Tahu

Cara Mencegah Kecanduan Game Versi WHO yang Wajib Anda Tahu – Organisasi Kesehatan Dunia adalah salah satu badan PBB yang bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional dan bermarkas di Jenewa, Swiss. WHO didirikan oleh PBB pada 7 April 1948. Kamu sudah tahu bahwa World Health Organization (WHO) telah memuat “kecanduan game” sebagai kondisi kesehatan mental terbaru? Artinya, menurut WHO yang tercantum dalam edisi ke 11 International Classification of Diseases, kecanduan game adalah masalah gangguan kejiwaan.

International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems atau disingkat ICD adalah suatu sistem klasifikasi penyakit dan beragam jenis tanda-tanda, simptoma, kelainan, komplain dan penyebab eksternal dari suatu penyakit.

Dalam websitenya, WHO menyebutkan bahwa semua orang yang bermain game harus menyadari bahwa kecanduan game adalah kondisi nyata, Dilansir dari Daftar Fafaslot dan juga pentingnya memperhatikan seberapa sering mereka bermain game.

1. Beri batas yang tegas soal screen time

Merupakan hal wajar jika berita tersebut akan membuat mama meninjau kembali game anak kamu. Secara umum, orang tua harus membatasi jumlah waktu bermain gadget anak-anak mereka setiap hari, termasuk bermain game.

Gina Posner, MD, dokter anak di MemorialCare Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, California, memberi tahu Yahoo Lifestyle, “Screen time tidak disarankan sama sekali untuk anak-anak yang berusia 18 bulan atau lebih muda, tetapi untuk anak-anak yang lebih tua dari itu hingga lima tahun, umumnya disarankan bahwa mereka tidak memiliki lebih dari satu jam screen time dalam satu hari.”

Bagi mereka yang berusia enam tahun ke atas, itu lebih pada kebijaksanaan orangtua. “Jumlah maksimum screen time harus dua jam sehari, tetapi kurang selalu lebih baik,” kata Posner.

Posner mengatakan pentingnya menetapkan batas yang jelas untuk anak dalam bermain game. Contohnya, katakan kepada anak kamu untuk menyelesaikan tugas atau bermain di luar rumah terlebih dahulu sebelum bermain game. Dan bahkan setelahnya, jelaskan bahwa mereka hanya diizinkan untuk melakukannya dalam jangka waktu tertentu.

2. Cari pemicu kecanduan

Jika anak kamu mulai ribut ketika tidak diperbolehkan bermain game sepanjang hari, itu adalah tanda yang jelas bahwa Kamu harus menguranginya, kata Posner.

pada anak, banyak alasan mereka menjadi kecanduan bermain game. Salah satunya adalah karena anak merasa kesepian atau bosan menunggu Mama dan Papa pulang dari bekerja. Telusuri penyebab anak main game, dan isi kekurangan itu dengan cara yang bijaksana.

3. Segera mencari bantuan

Jika kamu menduga anak mama mengalami kecanduan game, penting untuk mencari bantuan untuknya.

Ketahuilah bahwa hal ini masih merupakan diagnosis baru dan Kamu mungkin harus mencari spesialis dalam menangani perilaku seperti ini.

Perawatan untuk kecanduan game umumnya didasarkan pada terapi perilaku kognitif, yang umumnya akan dilakukan dalam dua fase, kata Simon Rego, PsyD, kepala psikolog di Montefiore Medical Center / Albert Einstein College of Medicine.

Hal pertama adalah meningkatkan kesadaran dalam anak mama bahwa kecanduan game mereka adalah masalah, dan mencari pemicu dan tanda yang dapat membuat kebiasaan bermain game menjadi lebih baik atau lebih buruk.

Seorang profesional kesehatan mental juga akan mengatasi pola pikir yang bermasalah, terkait dengan pikiran yang membuat mereka berhenti bermain atau tetap bermain, katanya.

Tujuannya kemudian adalah untuk menurunkan perilaku bermasalah, dan mengendalikannya dengan “cara yang masuk akal”.

Pecandu tidak perlu berhenti bermain game secara langsung, tetapi mereka harus belajar mengatur waktu, seperti hanya bermain game dengan teman-teman selama waktu tertentu di siang hari atau melakukannya di malam hari sendirian di kamar mereka.

Itulah cara mencegah anak kecanduan game menurut WHO, semoga bisa membantu Kamu  dalam mengatasi anak ya.