Beberapa Fakta Seputar Sang Protagonis di Final Fantasi XIII

Beberapa Fakta Seputar Sang Protagonis di Final Fantasi XIII

Beberapa Fakta Seputar Sang Protagonis di Final Fantasi XIII – Lightning Returns: Final Fantasy XIII adalah video game role-playing Jepang tahun 2013 yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Square Enix. Ini adalah sekuel Final Fantasy XIII-2, menyimpulkan alur cerita Final Fantasy XIII, dan merupakan bagian dari subseri Fabula Nova Crystallis.

Sejak perilisannya pada 2010 untuk PlayStation 3 (PS3) dan XBOX 360, Final Fantasy XIII dibuat menjadi trilogi, XIII-2 (2011) dan Lightning Returns (2013). Trilogi Final Fantasy XIII menceritakan kisah perjuangan Lightning, dari yang harus menyelamatkan adiknya, Serah, hingga menyelamatkan dunia.

Sebagai protagonis perempuan di Final Fantasy, kehadiran Lightning memicu pro dan kontra. Banyak yang menyukai penampilan dan ceritanya, tetapi tidak sedikit yang menyebutnya “Cloud Strife versi perempuan”! Seberapa kenal kamu dengan Lightning?

1. Lightning sudah jadi model, lo!
8 Fakta Unik soal Lightning, Protagonis Elegan di FFXIII

Berita ini sempat menggemparkan dunia fashion. Pada 2012, perusahaan fashion asal Italia, Prada, menggaet Lightning, Sazh Katzroy, Hope Estheim, Snow Villiers, dan Noel Kreiss dari FFXIII untuk memperagakan koleksi busana musim semi dan panas mereka. Meski koleksi baju ini sebenarnya untuk laki-laki, Lightning tetap tampil gagah nan elegan!

Empat tahun kemudian, Lightning kembali tebar pesona dengan memamerkan koleksi musim semi dan panas dari Louis Vuitton (LV)! Tidak cuma iklan, Lightning bahkan “diwawancara” mengenai LV. Desainer Lightning, Nomura Tetsuya (野村 哲也) mengatakan kolaborasi dengan LV memberikan karisma baru pada sang karakter.

2. Memang mirip dengan Cloud Strife!
8 Fakta Unik soal Lightning, Protagonis Elegan di FFXIII

Saat mendesain Lightning, Nomura ingin membuat sang protagonis tangguh layaknya karakter yang ia buat sebelumnya, yaitu Cloud Strife (VII) dan Squall Leonheart (VIII). Akan tetapi, dari kedua karakter laki-laki tersebut, para fans melihat Lightning lebih condong ke arah Cloud.

Selain wajah yang mirip, kepribadian dan latar belakang Lightning tidak beda jauh dari Cloud. Kedua karakter diceritakan lari dari masa lalu dan masing-masing juga menunjukkan kepribadian dingin. Tentu saja, kemiripan dengan Cloud Strife inilah yang menjadi sorotan para kritikus.

3. Warna rambut Lightning harusnya tidak merah muda!
8 Fakta Unik soal Lightning, Protagonis Elegan di FFXIII

Konsep awal Lightning menunjukkan sang protagonis tadinya akan memiliki rambut pirang atau cokelat. Jika mengikuti desain tersebut, mungkin tuduhan para kritikus kalau Lightning adalah versi genderbend dari Cloud Strife bisa benar. Untungnya, di desain akhir, Lightning menyibakkan rambut berwarna merah muda yang lebih feminin.

Sebenarnya, selain cokelat dan pirang, di alternate reality, mungkin kita melihat Lightning dengan rambut berwarna perak. Akan tetapi, keputusan tersebut berubah dan warna rambut perak diberikan pada rekan tim Lightning, Hope Estheim.

4. Nama asli Lightning: Éclair Farron! Atau… Avaria?
8 Fakta Unik soal Lightning, Protagonis Elegan di FFXIII

Kita mengenalnya sebagai Lightning. Namun, pada awalnya, nama aslinya adalah Averia. Akan tetapi, akhirnya, nama Lightning ditetapkan jadi Éclair Farron. Dalam Bahasa Prancis, Éclair memiliki arti “Lightning” atau “Kilat”, sementara Farron berasal dari Bahasa Gaelik, Farron memiliki arti “Guntur”.

Arti namanya sesuai dengan karakternya, kan? Dalam Bahasa Inggris, nama Lightning adalah Claire Farron karena Éclair juga umum dikenal sebagai nama kue Prancis, dan dianggap tidak cocok dengan karakternya. Bisa dilihat, seperti Cloud dan Squall, nama Lightning lagi-lagi mengikuti jenis cuaca ekstrem.

5. Suara Lightning juga adalah suara Aerith!
8 Fakta Unik soal Lightning, Protagonis Elegan di FFXIII

Jika pergantian pengisi suara untuk karakter Final Fantasy cukup umum di Barat, di Jepang, pengisi suara satu karakter akan memainkan satu karakter tersebut saja di masing-masing judul. Jadi, cukup jarang pengisi suara Final Fantasy Jepang yang mengisi lebih dari satu judul. Salah satunya adalah Sakamoto Maaya (坂本 真綾).

Sebagai pengisi suara Lightning di trilogi FFXIII dan judul-judul yang menghadirkan sang protagonis, Sakamoto ternyata adalah suara dari Aerith Gainsborough (FFVII) sejak Kingdom Hearts (2002). Sejauh ini, Sakamoto muncul di 14 judul Final Fantasy, sehingga menjadikannya salah satu yang paling laris di Square Enix!

6. Perubahan pada Odin karena Lightning!
8 Fakta Unik soal Lightning, Protagonis Elegan di FFXIII

Odin adalah salah satu makhluk yang paling menonjol di 10 seri Final Fantasy. Nah, sang raja Asgard ini juga muncul di FFXIII sebagai sesosok Eidolon atau makhluk yang dapat dipanggil milik Lightning. Odin tunduk pada Lightning setelah dikalahkan di Vile Peaks.

Selain menolong Lightning, Odin juga dapat berubah menjadi kuda Sleipnir (Gestalt), dan senjatanya, Zantetsuken (斬鉄剣), dipakai oleh Lightning. Menariknya, dalam FFXIII, Odin diklasifikasikan sebagai Eidolon bertipe Petir. Hal ini aneh karena sebelumnya di FFIV (1991), kelemahan Odin adalah petir.

7. Rumah Lightning harusnya ditampilkan di game!
8 Fakta Unik soal Lightning, Protagonis Elegan di FFXIII

Menurut Final Fantasy XIII Ultimania Omega, tadinya Square Enix bermaksud menjadikan kediaman Lightning sebagai lokasi yang dapat dikunjungi dalam game. Rumah Lightning digambarkan berbentuk kacang. Sayangnya, karena khawatir akan membuat ukuran FFXIII besar, rumah Lightning dihapus dari peta.

Selain rumah Lightning, beberapa lokasi juga tidak jadi dimasukkan ke dalam game. Salah satunya adalah The Seventh Ark, sebuah penjara bawah tanah. Di sini, seharusnya Lightning dan kawan-kawan akan melawan berbagai musuh kuat sebelum melawan fal’Cie bernama Nemesis. “Nemesis” kemudian muncul sebagai Proto fal’Cie Adam di FFXIII-2.

8. Gunblade, senjata Lightning yang legendaris!
8 Fakta Unik soal Lightning, Protagonis Elegan di FFXIII

Ide senjata yang bisa berubah jadi pedang sekaligus senapan atau Gunblade di jagat Final Fantasy pertama kali dicetuskan oleh Nomura Tetsuya. Ide tersebut ia tuangkan di FFVIII sebagai senjata utama Squall Leonheart. Setelah Squall, protagonis yang menggunakan gunblade adalah Lightning!

Di FFXIIIgunblade dengan desain futuristik digunakan oleh Lightning yang dinamai “Blazefire Saber“. Meski bukan senjata terkuat Lightning, Blazefire Saber menjadi salah satu senjata paling ikonik di jagat Final Fantasy. Senjata ini bahkan dapat ditemukan di judul Final Fantasy lain, seperti XIV (2013) dan XV (2016, sebagai DLC).

Lightning Returns menggunakan versi sistem gameplay yang sangat dirubah dari dua game sebelumnya, dengan sistem pertempuran berorientasi aksi, kemampuan untuk menyesuaikan pakaian karakter pemain, dan batas waktu yang harus diperpanjang pemain dengan menyelesaikan misi cerita dan pencarian sampingan.

Cerita game ini terjadi lima ratus tahun setelah game sebelumnya berakhir. Lightning , protagonis utama dari game pertama dan karakter kunci di game kedua, terbangun dari hibernasi yang dipaksakan sendiri 13 hari sebelum akhir dunia, dan dipilih oleh dewa Bhunivelze untuk menyelamatkan orang-orang di dunia yang sekarat, termasuk mantan teman dan sekutu yang telah mengembangkan beban emosional yang berat. Saat dia bepergian, dia mempelajari kebenaran penuh di balik nasib dunia dan agenda sejati Bhunivelze.