Beberapa Sekuel Game yang Terlupakan Karena Mengecewakan

Beberapa Sekuel Game yang Terlupakan Karena Mengecewakan

Beberapa Sekuel Game yang Terlupakan Karena Mengecewakan

Beberapa Sekuel Game yang Terlupakan Karena Mengecewakan – Sekuel atau Susulan adalah sebuah karya dalam sastra, film, atau media lain yang menggambarkan kronologis kejadian orang-orang berikut kerja sebelumnya. Dalam banyak kasus , sekuel meneruskan unsur-unsur cerita asli,seringnya dengan karakter dan pengaturan yang sama.  Sebuah sekuel dapat menyebabkan serangkaian, di mana elemen kunci muncul dalam beberapa cerita.

Dan pada game juga memiliki sekuel yang dapat kita saksikan. Apabila menarik maka kita akan sangat menantikan lanjutan dari sekuel yang di tampilkan tersebut. Setelah menamatkan game yang luar bisa dan berkesan, ada kalanya kita memiliki harapan agar game tersebut mendapatkan sekuel. Kita belum siap untuk meninggalkan seri itu dan ingin menyaksikan kelanjutannya. We want more!

Sayangnya, kita sering kali melupakan fakta bahwa sebuah sekuel belum tentu sebagus prekuelnya. Sebuah sekuel juga bisa memiliki kualitas yang buruk dibandingkan pendahulunya, baik dari segi cerita maupun gameplay-nya. Alhasil, kita merasa kecewa. Melihat dari banyaknya game yang rilis di pasaran, terdapat sejumlah sekuel yang mengecewakan.

The Culling 2
Bikin Kecewa, 7 Sekuel Game Ini Akhirnya Dilupakan Gamer

Dari banyaknya game yang dimuat dalam list ini, The Culling 2 pantas disebut sebagai sekuel game yang paling buruk. Bagaimana tidak? Tim developer seakan-akan meledek para pemain yang setia memainkan seri The Culling. The Culling sempat populer di kalangan gamer dan kreator konten. Meskipun begitu, kehadiran PlayerUnknown’s Battlegrounds membuat kepopuleran The Culling makin merosot.

Xaviant selaku tim developer memutuskan untuk tidak memberikan  update lanjutan untuk game battle royale berbasis acara permainan (game show) itu. Tak lama kemudian, mereka memutuskan untuk merilis The Culling 2  pada 2018 yang akhirnya dibanjiri kritik dan langsung kalah saing dari Fortnite. Delapan hari setelah perilisan, mereka menutup server game tersebut dan mengembalikan uang gamer yang telanjur membeli.

Just Cause 4
Bikin Kecewa, 7 Sekuel Game Ini Akhirnya Dilupakan Gamer

Kamu mungkin mengingat eksistensi Just Cause 2 dan Just Cause 3. Bagaimana dengan Just Cause 4? Setelah membaca pertanyaan tersebut, kamu pasti mengingatnya. Namun, perlu diketahui bahwa saat perilisannya, banyak gamer yang tidak menyadari bahwa Just Cause 4 sudah tersedia di pasaran.

Sekarang pun, tidak sedikit dari mereka yang sudah melupakan Just Cause 4 dan lebih memilih untuk memainkan Just Cause 3. Hal ini disebabkan oleh kualitas Just Cause 4 yang merosot. Kebanyakan ulasan kritikus membahas performa Just Cause 4 yang buruk dan diikuti oleh bugs.

Meskipun terdapat sejumlah kritikus yang memuji gameplay-nya yang menyenangkan, para gamer memiliki pendapat yang berbeda. Mereka mendorong gamer lain untuk memainkan Just Cause 2 atau Just Cause 3 dan mengabaikan game yang keempat.

Watch Dogs: Legion
Bikin Kecewa, 7 Sekuel Game Ini Akhirnya Dilupakan Gamer

“Siapa pun bisa menjadi senjatamu.”

Fitur Watch Dogs: Legion yang mengizinkan kamu untuk merekrut dan memainkan semua NPC yang ada memang keren. Namun, di balik fitur yang ambisius ini, terdapat banyak kelemahan yang membuatnya menjadi sekuel yang dilupakan. Game dengan ulasan yang campur aduk ini memiliki alur cerita yang generik dan membosankan.

Selain itu, gameplay-nya terasa repetitif dan diperparah karena optimisasi performa yang buruk serta bugs yang mengganggu. Kombinasi semua aspek ini membuat salah satu kritikus berpendapat bahwa game ini cocok untuk dimainkan dan dilupakan. Ya, dilupakan, bukan dikenang.

Dead Rising 4
Bikin Kecewa, 7 Sekuel Game Ini Akhirnya Dilupakan Gamer

Sebuah sekuel harusnya menambahkan inovasi yang baru atau setidaknya mempertahankan elemen-elemen yang membentuk identitas seri tersebut. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan Capcom Vancouver dalam penggarapan Dead Rising 4. Apabila dibandingkan dengan Dead Rising pertama, game keempat dalam entri utama seri Dead Rising ini memiliki senjata yang terbatas.

Dulu, semua benda dapat kamu gunakan sebagai senjata untuk melawan zombi, baik televisi, troli, maupun potongan tangan manusia. Akan tetapi, kebebasan seperti itu tidak ditawarkan lagi di Dead Rising 4. Berikutnya, fitur timer yang sudah melekat dengan seri Dead Rising malah dihapus.

Zombi yang menjadi musuh kamu pun menjadi lemah. Akibatnya, game ini sama sekali tidak menantang. Ibaratnya, lebih sulit untuk menyukai game ini daripada untuk menamatkan game ini.

Far Cry New Dawn
Bikin Kecewa, 7 Sekuel Game Ini Akhirnya Dilupakan Gamer

Kalau pernah memainkan sejumlah game open-world yang digarap Ubisoft, kamu akan menyadari kesamaan gameplay yang ditawarkan. Sederhananya, terdapat kecenderungan Ubisoft untuk menambahkan banyak sekali misi atau quest yang membosankan dan repetitif.

Kecenderungan ini disebut dengan nama ‘Ubisoft Formula’, dan Far Cry New Dawn tidak luput dari kesamaan struktur itu. Menurut kritikus dan para gamer, cerita dan karakter antagonis di Far Cry New Dawn tidak memorable. Hal ini cukup memprihatinkan mengingat seri Far Cry identik dengan karakter antagonis yang keren, seperti Vaas Montenegro, Pagan Min, dan Joseph Seed.

Selanjutnya, sekuel Far Cry 5 ini dianggap gagal dalam mengimplementasi konten baru yang berarti. Oleh sebab itu, banyak pihak yang merasa bahwa game ini lebih cocok dijadikan DLC, expansion, atau mod ketimbang game standalone dengan harga yang mahal.

Postal III
Bikin Kecewa, 7 Sekuel Game Ini Akhirnya Dilupakan Gamer

Sedari dulu, seri Postal tidak begitu populer di kalangan kritikus dan selalu mendapatkan rating yang relatif rendah. Jika dilihat dari perspektif para gamer, mereka hanya menyukai POSTAL 2, POSTAL 2: Paradise Lost, dan Postal 4: No RegertsYup, Postal III dilupakan begitu saja. Mengapa demikian? Well, jawabannya cukup simpel. Menurut para kritikus, semua aspek dalam game ini sangat buruk. Gameplay-nya tidak menyenangkan, deretan bugs yang ada mengesalkan, dan humornya jauh dari kata lucu.

Ironisnya, nilai jual seri Postal terletak pada kelucuannya.  Kini, Postal III tidak diakui oleh developer seri itu, Running With Scissors. Bahkan, kalau kamu mengunjungi situs resmi developer tersebut dan mengeklik nama ‘Postal III’, kamu akan diarahkan ke video Never Gonna Give You Up di YouTube. Langsung kena rickroll!

Mass Effect: Andromeda
Bikin Kecewa, 7 Sekuel Game Ini Akhirnya Dilupakan Gamer

Menilai dari ulasan Metacritic, tampaknya Mass Effect 2 menjadi puncak dari seri BioWare itu. Baik Mass Effect 3 maupun Mass Effect: Andromeda  mendapatkan skor yang rendah. Saat pertama kali rilis, grafik dan animasi karakter di Mass Effect: Andromeda sempat menjadi meme di kalangan pemain.

Lebih parahnya lagi, grafik dan animasi dengan kualitas yang rendah hanyalah sebagian kecil masalah yang dimiliki game tersebut. Yup, masih tip of the iceberg-nya saja. Cerita Mass Effect: Andromeda tidak menarik jika dibandingkan prekuelnya, begitu juga dengan karakternya. Dialognya tidak terasa realistis sehingga membuat setiap interaksi menjadi aneh.

Gameplay-nya juga mendapatkan kritik karena sistem permainan yang begitu monoton. Memang sih, masalah grafik dan animasi sudah diperbaiki. Walaupun demikian, para gamer tetap menyarankan untuk membeli game ini jika mendapatkan diskon besar-besaran.

Bikin Kecewa, 7 Sekuel Game Ini Akhirnya Dilupakan Gamer

Tahun 2020, mereka merilis The Culling di Xbox One. Kali ini, game tersebut memiliki sistem monetisasi yang membuat gamer menggelengkan kepala. Simpelnya, kamu dapat memainkan satu match per harinya secara gratis. Berikutnya, kamu harus menggunakan token yang diperoleh dari kemenangan game atau pembelian dengan uang nyata. Kritik pedas mendorong developer untuk meningkatkan jumlah permainan menjadi sepuluh match per hari. Namun, para gamer sudah telanjur kesal dan lama-kelamaan seri The Culling dilupakan.

Itulah tujuh sekuel game yang paling mengecewakan dan kini dilupakan banyak gamer. Walaupun begitu, ‘banyak’ bukan berarti ‘semua’. Artinya, ada juga gamer yang tetap menikmati deretan game di atas. Tentunya, hal ini tidak termasuk The Culling 2 yang hanya memiliki dua pemain saat game itu baru berusia dua hari.

Sekuel merupakan hal menarik bagi pencipta dan penerbit karena ada risiko yang lebih kecil kembali terlibat dalam sebuah kisah yang diketahui popularitasnya, lain halnya dengan mengembangkan karakter baru dan belum teruji pengaturannya. Penonton kadang-kadang bersemangat untuk lebih banyak cerita tentang karakter populer atau pengaturan, membuat produksi sekuel menarik secara finansial.

Jika karakter utama meninggal dunia pada akhir pekerjaan pertama, karakter baru (mungkin seorang putra atau putri, atau karakter pendukung) dapat mengambil peran dalam sekuel. Dalam kasus lain, karakter utama hanya dibawa kembali, atau bertekad untuk tidak mati, atau hanya diganti dengan karakter baru.