Deretan Game Biasa tetapi Mampu Membuat Bulu Kuduk Merinding

Deretan Game Biasa tetapi Mampu Membuat Bulu Kuduk Merinding

Deretan Game Biasa tetapi Mampu Membuat Bulu Kuduk Merinding – Genre atau ragam permainan video digunakan untuk menggolongkan permainan video berdasarkan interaksi bidang permainannya, bukan hanya perbedaan visual maupun naratif.

Permainan video diklasifikasikan independen berdasarkan pengaturan atau isi dari sktruktur permainan tersebut, tidak seperti film ataupun buku. Resep sebuah game horor umumnya melingkupi kegelapan, suasana yang angker, dan jumpscare yang membuat kita melompat dari bangku. Seketika detak jantung makin cepat, tetapi kita terus memainkan game yang menyeramkan itu.

Menariknya, aspek-aspek yang membuat game menjadi menakutkan tidak harus selalu dikaitkan dengan game horor. Nyatanya, ada berbagai macam game yang sebenarnya tidak diiklankan dan tidak dijual sebagai game horor. Akan tetapi, mereka mampu membuat kita gelisah dan takut.

1. Minecraft
Bukan Genre Horor, 7 Game Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding

Terdapat banyak sekali aktivitas yang dapat dilakukan di Minecraft, mulai dari membangun istana megah lewat Creative Mode atau memainkan minigame Hunger Games dan Bed Wars lewat server publik. Apakah hal itu seram? Tentu tidak.

Namun, ketika kamu memutuskan untuk bermain mode singleplayer, bertahan hidup di malam pertama menjadi sesuatu yang seram. Kamu tidak memiliki apa-apa dalam kegelapan yang dipenuhi monster. Ketika memutuskan untuk mining, kamu harus menyiapkan obor dalam menghadapi kegelapan. Gua besar juga makin menakutkan karena adanya efek suara yang seolah-olah datang dari film horor.

Sebenarnya, ungkapan bahwa Minecraft merupakan game yang seram bukan lagi hal yang baru. Mitos tentang Herobrinesosok misterius yang mirip karakter Steve, sudah melekat dengan Minecraft meskipun Herobrine tidak nyata. Cerita tentang karakter ini membuat banyak orang percaya sehingga mereka lebih waswas ketika bermain Minecraft.

2. What Remains of Edith Finch
Bukan Genre Horor, 7 Game Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding

Plot What Remains of Edith Finch menceritakan kisah Edith yang mengeksplorasi rumah Finch yang besar untuk mempelajari sejarah keluarganya dan menemukan jawaban mengapa ia satu-satunya anggota keluarga Finch yang masih hidup.

Tema kematian ini sudah menjadi sedikit bocoran bahwa cerita game ini akan menimbulkan perasaan sedih. Akan tetapi, fakta bahwa kamu adalah satu-satunya orang yang mengeksplorasi rumah luas yang tidak memiliki tanda kehidupan pastinya terasa seram. Selain itu, salah satu kematian anggota keluarga Finch dikemas dengan gaya game horor. Kalau penasaran, kamu wajib mencoba game ini!

3. Halo: Combat Evolved
Bukan Genre Horor, 7 Game Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding

Seri Halo bukanlah game yang seram. Walaupun demikian, banyak gamer yang menceritakan ketakutannya saat menghadapi level 343 Guilty Spark dan The Library di Halo: Combat Evolved.

Kedua level ini menjadi introduksi terhadap musuh baru, Flood. Musuh ini adalah organisme parasit yang sangat ganas, yang bereproduksi dan bertumbuh dengan memakan makhluk hidup dengan kemampuan kognitif.

Level 343 Guilty Spark dan The Library terasa seperti film dengan genre sci-fi horror. Kamu seorang diri memasuki bangunan dan melewati koridor yang terasa hampa dengan senjata ala kadarnya dilengkapi amunisi terbatas. Di hadapan kamu, terdapat banyak Flood yang beramai-ramai menyerang kamu.

4. Firewatch
Bukan Genre Horor, 7 Game Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding

Sama seperti What Remains of Edith Finch, sisi kengerian yang terdapat dalam Firewatch terletak pada kesendirian. Di Firewatch, kamu bermain sebagai Henry yang bekerja menjadi pemantau kebakaran di hutan belantara Wyoming. Tidak sepenuhnya sendiri, Delilah selaku supervisor menemani kamu lewat radio.

Misteri yang ada di game Firewatch akan membuat kamu merasa paranoid dan tegang. Firewatch patut dicoba apalagi jika kamu tertarik dengan game yang di satu sisi terlihat santai dan damai tetapi di sisi lain menimbulkan rasa penasaran yang kuat.

5. Half-Life: Alyx
Bukan Genre Horor, 7 Game Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding

Half-Life: Alyx menjadi satu-satunya game Virtual Reality (VR) dalam list ini. Cerita game ini terjadi lima tahun sebelum kejadian di Half-Life 2. Kamu mengikuti kisah Alyx Vance dalam pertarungan mustahil melawan ras alien ganas bernama Combine.

Alasan mengapa game ini terasa seram cukup sederhana. Yup, hal ini disebabkan oleh penggunaan perangkat VR saat bermain game ini. Sedari dulu, seri Half-Life memiliki elemen horor seperti alien headcrab yang berkeliaran di area yang sedang dijelajahi. Nah, tentunya hal ini menjadi lebih seram dengan adanya VR. Menjelajahi tempat angker yang dipenuhi alien dengan perangkat VR? No, thank you!

6. Subnautica
Bukan Genre Horor, 7 Game Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding

Dalam kehidupan nyata, laut adalah tempat yang indah sekaligus menyeramkan di saat yang bersamaan. Tidak banyak informasi yang kita tahu mengenai laut dalam karena bagian tersebut memang sulit dijelajahi.

Di Subnautica, kamu akan menyelami lautan di sebuah planet alien. Setiap kedalaman punya biomanya sendiri, mulai dari hutan jamur sampai zona lava. Bagi gamer yang memiliki jiwa petualangan, variasi bioma menjadi kabar baik.

Kabar buruknya, ada berbagai makhluk hidup yang mendiami laut tersebut, termasuk Reaper Leviathan yang mengerikan. Kamu tidak akan merasa aman karena adanya ancaman dari segala sisi. Sudah gelap, penuh ancaman, banyak suara spesies yang bikin panik, lagi!

7. The Legend of Zelda: Majora’s Mask
Bukan Genre Horor, 7 Game Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding

List ini ditutup dengan The Legend of Zelda: Majora’s Mask, game yang dapat dikatakan menjadi favorit banyak gamer. Dalam Majora’s Mask, Link perlu mengembalikan waktu untuk mencegah jatuhnya bulan yang akan menghancurkan Termina. Ia harus membantu berbagai warga, melawan sejumlah bos, dan pada akhirnya mengubah nasib dunia.

Alur cerita tersebut memang terdengar heroik dan epik. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa banyak aspek yang membuat Majora’s Mask menjadi game yang bikin bulu kuduk merinding. Eksistensi Happy Mask Salesman, patung Elegy of Emptiness, dan bulan dengan wajah yang mengerikan menjadi contoh mengapa Majora’s Mask dianggap sebagai game yang seram. Suasana keseluruhan game yang suram, kelam, dan misterius juga berkontribusi membuat Majora’s Mask terasa seperti game horor.

Di Minecraft, Herobrine adalah legenda horor (creepypasta) yang dikenal gamer sampai sekarangNah, Majora’s Mask juga memiliki kisah horor, namanya adalah Ben Drowned. Kisah yang tentunya tidak nyata ini berhubungan dengan cartridge Majora’s Mask yang ‘dihantui’ anak laki-laki bernama Ben. Legenda ini membuat patung Elegy of Emptiness menjadi lebih seram.

Berikut ini adalah daftar umum yang digunakan untuk menentukan genre permainan video. Daftar ini belum lengkap karena pada dasarnya permainan video berkembang pesat. Sebuah permainan umumnya juga memiliki lebih dari satu genre (Hybrid-genre). Genre sebenarnya dari sebuah permainan terbuka untuk ditafsirkan bagi setiap individu.

Permainan aksi (Action games) memerlukan pemain untuk menggunakan refleks, akurasi, dan waktu yang tepat untuk menyelesaikan sebuah tantangan. Ini mungkin merupakan genre dasar dari sebuah permainan, dan yang memiliki permainan terbanyak. Dalam permainan aksi, biasanya terdapat pertempuran. Terdapat banyak sub-genre dari permainan aksi, seperti Fighting games dan First-person shooter.

Itulah daftar game yang bukan merupakan genre horor, tetapi memiliki kemampuan untuk membuat gamer takut. Dari ketujuh game di atas, kamu sudah mencoba yang mana?