Inilah Fakta & Sejarah Permainan Bola Sodok yang Melegenda

Inilah Fakta & Sejarah Permainan Bola Sodok yang Melegenda

Inilah Fakta & Sejarah Permainan Bola Sodok yang Melegenda – Bola sodok atau biliar adalah sebuah cabang olahraga yang masuk dalam kategori cabang olahraga konsentrasi, sehingga sangat dibutuhkan ketahanan dan pemahaman mental yang benar serta harus ditunjang oleh kemampuan fisik yang prima agar mampu berprestasi lebih tinggi dan stabil.

Cabang olahraga ini dimainkan di atas meja dan dengan peralatan bantu khusus serta peraturan tersendiri. Permainan ini terbagi dari beberapa Jenis, antara lain jenis Carom, English Billiard dan Pool. Dapat dimainkan secara perorangan maupun tim. Sebagai contoh, jenis Carom dimainkan di meja yang tidak memiliki lubang sama sekali.

Ini berbeda dengan jenis English Billiard dan Pool yang dimainkan di meja yang memiliki lubang sebanyak 6 buah. Meski sama-sama memilki 6 buah lubang, ukuran IDN Poker77 atau luas meja antara English Billiar dan Pool pun berbeda, lebih luas meja jenis English Billiard. Jangan Ngaku jago main biliar bila tidak mengetahui sejarahnya.

1. Diperkirakan ditemukan di Eropa Utara pada abad ke-15
7 Fakta Sejarah Permainan Biliar alias Bola Sodok

Melansir dari pooltables.com, istilah biliar berasal dari bahasa Prancis yang diambil dari kata billart (sejenis tongkat kayu) dan bille (sebuah bola). Permainan yang mirip dengan croquet ini ditemukan di Eropa Utara pada abad ke-15.

Dimulai sebagai lawn game, lalu permainan dipindah ke dalam ruangan memakai meja kayu dan kain hijau yang direntangkan ke permukaan untuk mensimulasikan rumput.

2. Dimainkan oleh seluruh lapisan masyarakat
7 Fakta Sejarah Permainan Biliar alias Bola Sodok

Walau dianggap sebagai permainan para bangsawan, nyatanya biliar dimainkan oleh orang-orang dari semua lapisan masyarakat. Melansir dari The Billiard Shop, permainan ini telah dimainkan oleh raja, presiden, hingga rakyat jelata, baik pria maupun wanita.

Saking populernya, William Shakespeare menyebutkan tentang permainan biliar dalam dramanya yang berjudul “Antony and Cleopatra”. Tujuh puluh lima tahun kemudian, buku pertama tentang peraturan biliar terbit.

3. Seperti apa cara memainkan biliar pada awal kemunculannya?
7 Fakta Sejarah Permainan Biliar alias Bola Sodok

Di awal kemunculannya, permainan ini dilakukan dengan mendorong bola (bukan memukul) memakai tongkat kayu yang disebut gada. Tongkat ini dikembangkan di akhir tahun 1600-an.

Awalnya, gada sangat tidak nyaman digunakan karena bagian kepalanya yang besar. Alternatifnya, para pemain akan memutar gada dan memakai pegangannya untuk mendorong bola, mengutip dari pooltables.com.

Lalu, seseorang memiliki ide untuk menggunakan kapur. Ini dilakukan untuk meningkatkan gesekan antara bola biliar dan tongkatnya. Surprisingly, terjadi peningkatan yang signifikan dalam permainan!

4. Meja biliar pun mengalami perubahan bentuk
7 Fakta Sejarah Permainan Biliar alias Bola Sodok

Awalnya, meja biliar memiliki dinding datar seperti rel yang fungsinya menjaga bola agar tidak jatuh. Melansir dari pooltables.com, rel ini disebut tepian (banks) karena mirip dengan tepian sungai.

Yang menarik, pemain biliar pada saat itu menemukan bahwa bola bisa memantul dari rel. Kemudian, mereka sengaja membidiknya dan lahirlah tembakan tepi (bank shot).

Hingga tahun 1835, alas meja biliar terbuat dari kayu. Lalu, tergantikan oleh batu tulis karena memiliki daya tahan lebih baik dan tidak akan melengkung seiring berjalannya waktu. Dan di tahun 1850, bentuk meja biliar berevolusi seperti yang kita kenal sekarang.

5. Biliar menjadi sangat populer pada tahun 1878-1956
7 Fakta Sejarah Permainan Biliar alias Bola Sodok

Lambat laun, popularitas biliar semakin melejit. Puncaknya adalah di tahun 1878 hingga 1956, di mana turnamen kejuaraan biliar diadakan hampir setiap tahun, mengutip dari pooltables.com.

Bahkan, pemberitaan soal permainan biliar mendapat atensi yang lebih tinggi daripada berita soal perang! Selain itu, pemain biliar yang terkenal ditampilkan gambarnya di kartu rokok.

Prajurit yang diterjunkan untuk perang menjadikan biliar sebagai sarana rekreasi untuk melepas stres. Namun, popularitasnya meredup setelah Perang Dunia II karena para veteran memilih untuk fokus membangun karir atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

6. Awalnya, permainan biliar didominasi oleh laki-laki
7 Fakta Sejarah Permainan Biliar alias Bola Sodok

Di tahun 1920-an, ruang biliar adalah tempat para pria untuk bermain, berkumpul, bertaruh, merokok, dan berkelahi. Waktu itu, wanita sulit diterima dengan baik di sana. Padahal, sebagian wanita memiliki minat terhadap permainan biliar.

Meski begitu, sangat sulit bagi wanita untuk mengembangkan skill biliar karena keluarga, teman, atau pemain pria lain tidak mendukung mereka. Tidak mudah bagi mereka untuk menemukan instruktur atau pelatih wanita yang berpengalaman.

Untungnya, Kejuaraan Biliar Wanita Dunia (World Women’s Billiards Championship) dibentuk. Turnamen biliar ini pertama kali diadakan pada tahun 1931. Lewat turnamen ini, lahirlah legenda seperti Emma Bonney, Vera Selby, dan Maureen Baynton.

7. Meski sempat meredup, kini permainan biliar kembali populer
7 Fakta Sejarah Permainan Biliar alias Bola Sodok

Sempat meredup setelah Perang Dunia II, biliar kembali dihidupkan oleh dua film ikonik. Yaitu The Hustler di tahun 1961 dan The Color of Money (sekuel The Hustler) di tahun 1986, melansir dari novabca.com.

Yang pertama adalah film hitam-putih yang menggambarkan Paul Newman, seorang penipu biliar, sebagai pemeran utama. Tidak hanya membahas tentang biliar, tetapi juga masalah sosial dan Perang Vietnam.

Film kedua masih menjadikan Paul Newman sebagai tokoh sentral. Bedanya, ia kini didampingi oleh Tom Cruise. Imbas dari film ini adalah melonjaknya minat untuk kembali bermain biliar.

Berkat kemajuan teknologi, kini kamu bisa memainkan biliar di gadget. Kamu bisa mengunduh “8 Ball Pool”, “Pool Billiards Pro”, “Pooking”, “Real Pool 3D”, dan masih banyak lagi.

Sampai saat ini, yang sangat berkembang di Indonesia adalah jenis Pool yang itu pun masih terbagi dalam Nomor bola 15, bola 8 dan bola 9. Dahulu di Indonesia, biliar identik dengan olahraga yang selalu dimainkan oleh para lelaki saja.

Namun saat ini banyak wanita yang mulai menggemari olahraga biliar. Adalah Bapak Putera Astaman, mantan Ketua Umum PB. POBSI, yang berhasil menaikan Citra Olahraga Biliar, di Indonesia dari Sekadar Olahraga Rekreasi menjadi Olahraga Prestasi.