Inilah Tujuh Kolaborasi Produk dan game yang Aneh Tapi Nyata

Inilah Tujuh Kolaborasi Produk dan game yang Aneh Tapi Nyata

Inilah Tujuh Kolaborasi Produk dan game yang Aneh Tapi Nyata – permainan video  atau  permainan komputer adalah permainan elektronik yang melibatkan interaksi dengan antarmuka pengguna atau perangkat masukan  – seperti sebagai perangkat joystick,  Kontrol, keyboard, atau motion sensing  – untuk menghasilkan umpan balik visual. Saat satu video game sukses di pasaran, tidak heran banyak lini produk yang ingin bekerja sama.

Video game sering kali dilengkapi dengan umpan balik audio yang disampaikan melalui  speaker atau headphone, dan terkadang dengan jenis umpan balik lainnya, termasuk  teknologi haptic. Selain dapat mendongkrak image produk di kalangan gamer, developer dan publisher game juga dapat meraup keuntungan dari penggunaan karakter game mereka.

Ada yang menjadi penjaja parfum, model fashion, dan bahkan ada saja maskot produk yang ingin punya game-nya sendiri. Semua demi profit! Apakah fans suka? Tentu saja! Inilah 7 kolaborasi produk dan game yang aneh tapi nyata.

7. Parfum Guilty Gear Strive
7 Kolaborasi Produk dan Game yang Bikin Gak Nyangka

Rilis pada Juni 2021 lalu, Guilty Gear Strive adalah game bertema fighting buatan Arc System Works. Game ini adalah seri ketujuh dari Guilty Gear. Tidak sampai 1 bulan kemudian, Guilty Gear Strive diajak untuk jadi sampul parfum!

Fairy Tale terkenal mengeluarkan lini parfum dari tokoh fiksi. Salah satu yang terbaru adalah parfum dengan karakter Kanojo, Okarishimasu (彼女、お借りします) dan edisi musim dingin Hatsune Miku. Parfum Guilty Gear ini dijual ¥3.300 (Rp430.000), belum termasuk ongkos kirim!

6. Parfum T-Virus ala Resident Evil
7 Kolaborasi Produk dan Game yang Bikin Gak Nyangka

Salah satu seri game Capcom yang terkenal dengan zombie dan monster-nya, Resident Evil atau Biohazard (バイオハザード), ternyata memiliki produk body spray-nya sendiri! Tepatnya, pada 2016, Capcom merilis “T-Virus”, parfum yang dijual eksklusif di Capcom Cafe, Jepang.

T-Virus adalah strain virus fiksi yang memutasi makhluk hidup jadi zombie dan monster. Dengan kemasan dari Umbrella Corporation, deodoran ini terlihat… mencurigakan. Tenang saja, semprot ke badan, kamu gak akan jadi zombie, kok. Malah, kamu jadi wangi!

5. Shu Uemura X Super Mario
7 Kolaborasi Produk dan Game yang Bikin Gak Nyangka

Pada 2017, produsen kosmetik asal Jepang, Shu Uemura, bermitra dengan Nintendo untuk mempromosikan lini kecantikan terbarunya. Karakter yang dipakai? Dari Super Mario Bros! Bukan versi modern, gambar Mario, Putri Peach, dan ikon Super Mario Bros yang dipakai adalah versi 1980-an dengan citra pixelated.

Kenapa aneh? Pertama, jika Shu Uemura ingin menyasar pasar kaum hawa, maka alangkah lebih baik berfokus pada karakter perempuan dari Mushroom Kingdom seperti Putri Peach, Daisy, atau Rosalina. Namun, dengan label “Limited Edition“, produk ini tetap laku-laku saja!

4. Louis Vuitton X Lightning dari Final Fantasy XIII
7 Kolaborasi Produk dan Game yang Bikin Gak Nyangka

Dengan tampilan karakternya yang realis dan menarik, tidak aneh jika melihat karakter Final Fantasy dari Square Enix jadi model, kan? Hal tersebut terwujud pada 2015. Saat itu, brand fashion ternama asal Prancis, Louis Vuitton, menampilkan karakter Lightning dari trilogi Final Fantasy XIII.

Dari baju hingga tas, Lightning (yang dibuat dengan CGI) memamerkan semua produk Louis Vuitton bak seorang model. Tidak hanya itu, bahkan Lightning sampai “diwawancara” tentang kesannya terhadap Louis Vuitton dan produknya!

3. Coca Cola X Game Gear
7 Kolaborasi Produk dan Game yang Bikin Gak Nyangka

Kalau Pepsi punya Pepsi-Man, maka Coca-Cola memiliki Coca-Cola Kid, maskot Coca-Cola di Jepang, pada 1990-an! Dengan naiknya populasi gamer, produsen minuman ringan Coca Cola bekerja sama dengan produsen game Sega untuk memproduksi game promosi pada 1994.

Hasilnya adalah Coca-Cola Kidgame bertema platform yang dirilis di Sega Game Gear yang juga eksklusif hadir dibalut warna merah khas Coca-Cola. Sayangnya, baik game dan promosi ini hanya berada di Jepang dan tidak pernah menyentuh pasar internasional, beda dengan Pepsi-Man.

2. Buku resep masak dari game Destiny
7 Kolaborasi Produk dan Game yang Bikin Gak Nyangka

Pada 2019, penerbit Simon & Schuster menerbitkan buku resep masak bertema game bertema first person shooter (FPS) buatan Bungie, Destiny. Buku ini berisi resep-resep makanan dari jagat Destiny yang bisa kamu coba di rumah!

Melihat game Destiny yang penuh aksi di lingkungan luar angkasa, rasanya aneh jika berpikir akan ada buku resep dari game tersebut. Mau tetap coba? Boleh! Buku ini masih terus dijual dengan harga US$35 (hampir Rp500 ribu), belum termasuk ongkos kirim.

1. King Games, kolaborasi Burger King dan XBOX
7 Kolaborasi Produk dan Game yang Bikin Gak Nyangka

Seperti minuman ringan, perusahaan makanan cepat saji tertarik menjajal pasar video game di 1990-an dan awal 2000-an. Salah satu yang ikut menjajal adalah Burger King!

Bekerja sama dengan Blitz Games pada November-Desember 2006, Burger King merilis tiga game yang bisa dimainkan secara eksklusif di XBOX dan XBOX 360. Game-game tersebut adalah:

  • PocketBike Racergame balap yang dijual seharga US$4 (Rp60 ribu) dengan paket Burger King
  • Sneak Kinggame stealth yang menampilkan maskot Burger King yang menyelundupkan makanan. Game ini dijual seharga US$4 (Rp60 ribu) dengan paket Burger King
  • Big Bumpin’game bom-bom kar yang djual seharga US$4 (Rp60 ribu) dengan paket Burger King

Baik PocketBike Racer dan Sneak King dinilai jelek oleh kritikus game. Hanya Big Bumpin’  yang menerima pujian. Percaya atau tidak, tiga game ini diproduksi hanya dalam waktu 7 bulan saja